SEMARANG, beritajateng.tv – Semangat warga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kian terasa di Kabupaten Semarang. Salah satu tradisi unik yang masih terjaga terlihat di objek Wisata Kali Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Sabtu, 14 Februari 2026.
Sejak pagi, warga dari berbagai wilayah sekitar berdatangan untuk mencuci perlengkapan masjid, mulai dari karpet, tikar, satir (kain penyekat jemaah), hingga keset. Lokasi ini menjadi favorit karena kondisi sungainya yang dangkal, berarus tenang, namun memiliki air yang sangat jernih.
Gimin (34), warga Ngroto, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, mengungkapkan bahwa aktivitas mencuci karpet di Kali Muncul biasanya memuncak sejak dua pekan hingga seminggu menjelang Ramadan.
BACA JUGA: Sambut Bulan Ramadan, Warga Ramai-Ramai Cuci Karpet dan Tikar Masjid di Wisata Kali Muncul
“Tujuannya supaya karpet dan alat salat lainnya bersih dan nyaman saat digunakan jemaah nanti. Apalagi selama Ramadan kegiatan di masjid akan sangat padat, mulai dari tarawih hingga tadarus,” jelas Gimin.
Ia memilih Kali Muncul karena faktor kepraktisan. Arus air yang mengalir lancar memudahkan warga untuk membilas sisa sabun dan kotoran.
“Kalau mencuci di tempat yang airnya tidak mengalir, kita harus membilas berkali-kali. Di sini lebih praktis karena busa langsung hanyut terbawa arus. Saya rutin setiap tahun ke sini, bahkan karpet rumah pun sekalian saya cuci agar bersih saat Lebaran nanti,” tambahnya.
Jumlah Warga Cuci Karpet di Kali Muncul Berkurang Imbas Cuaca Tak Menentu
Penjaga loket Wisata Kali Muncul, Tukinah, menyebutkan bahwa warga yang datang tidak hanya dari Banyubiru, tetapi juga dari wilayah lain seperti Kopeng, Getasan, Blotongan, hingga Kesongo. Namun, ia mencatat jumlah warga tahun ini sedikit berkurang dibanding tahun lalu akibat faktor cuaca.
“Tahun ini agak lebih sepi karena cuaca tidak menentu dan sering turun hujan. Namun, antusiasme tetap ada. Untuk warga yang mencuci perlengkapan masjid, kami hanya menarik tiket masuk sebesar Rp3.000 per orang,” ujar Tukinah.





