Menurut Kusno, melalui interaksi langsung di sekolah, siswa dari Italia dapat mengenal nilai-nilai kehidupan di Indonesia, sementara siswa Indonesia yang dikirim ke luar negeri juga memperoleh pengalaman serupa.
“Intinya bukan hanya soal akademik, tetapi juga untuk menjalin persahabatan antarbangsa lewat generasi muda,” pungkasnya.
Sementara itu, Briselda Hamja mengaku mudah beradaptasi dengan teman-teman barunya. Meskipun awalnya ia terkendala bahasa, namun belajar mengajarnya tetap berjalan lancar.
“Saya menyukai Semarang karena orangnya ramah. Guru-guru di sini juga sangat peduli dengan siswanya,” ungkapnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





