SEMARANG, beritajateng.tv – SMAN 1 Semarang kembali menerima siswa program pertukaran pelajar internasional. Pada tahun ajaran ini, sekolah tersebut menerima seorang siswi asal Italia, Briselda Hamja, yang kini duduk di kelas XI.
Kepala SMAN 1 Semarang, Kusno, menjelaskan bahwa program pertukaran pelajar ini sudah berlangsung sekitar empat tahun. Setiap tahunnya secara bergantian baik dari SMAN 1 Semarang dan perwakilan dari Italia akan mengirim siswanya.
“Tujuan utama pertukaran pelajar ini adalah mempererat hubungan bilateral Indonesia-Italia, mengenalkan budaya kedua negara, sekaligus menanamkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam lingkup global,” jelas Kusno saat beritajateng.tv temui di kantornya pada Senin, 25 Agustus 2025.
BACA JUGA: Berkas Pendaftaran Sempat Tertolak, Orang Tua Siswa Tetap Usahakan Anak Masuk SMAN 1 Semarang
Adaptasi dan interaksi siswa pertukaran pelajar asal Italia di di lingkungan SMAN 1 Semarang
Meskipun berasal dari luar negeri, Briselda cukup cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Ia menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai pengantar dalam pembelajaran.
Bahkan, menurut Kusno, siswi muslimah ini sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan kesiswaan.
“Bahasa Indonesia masih terus ia pelajari, tapi sejauh ini komunikasinya cukup lancar. Dia aktif bersama teman-teman, terutama di kegiatan kesiswaan,” lanjutnya.
BACA JUGA: SPMB Transparan, SMAN 1 Semarang Pastikan Tak Ada Jalur Belakang
Menurutnya, program pertukaran pelajar ini berasal dari lembaga non-pemerintahan. Kendati demikian, ia membebaskan peserta didiknya untuk mengikuti program dari berbagai pihak dan sekolah akan memberi fasilitas berupa perizinan.
Selain menerima siswa asing, SMAN 1 Semarang juga mengirimkan siswanya untuk mengikuti program belajar di luar negeri. Saat ini, salah satu siswa tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
“Kami hanya menerima yang dari luar negeri. Kami juga ada seleksi tidak ke Italia, tapi ke Amerika. Ada siswa kami yang juga sedang belajar di Amerika,” imbuhnya.
Pertukaran pelajar sebagai diplomasi pendidikan
Program tersebut bukan sekadar belajar di kelas, melainkan juga upaya diplomasi pendidikan dan budaya.
Menurut Kusno, melalui interaksi langsung di sekolah, siswa dari Italia dapat mengenal nilai-nilai kehidupan di Indonesia, sementara siswa Indonesia yang dikirim ke luar negeri juga memperoleh pengalaman serupa.
“Intinya bukan hanya soal akademik, tetapi juga untuk menjalin persahabatan antarbangsa lewat generasi muda,” pungkasnya.
Sementara itu, Briselda Hamja mengaku mudah beradaptasi dengan teman-teman barunya. Meskipun awalnya ia terkendala bahasa, namun belajar mengajarnya tetap berjalan lancar.
“Saya menyukai Semarang karena orangnya ramah. Guru-guru di sini juga sangat peduli dengan siswanya,” ungkapnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





