Menurutnya, perusahaan membuka lebih dari 15 jenis lowongan dalam job fair tersebut, dengan kebutuhan tenaga kerja yang secara keseluruhan dapat mencapai sekitar 20 orang.
“Untuk pelamar sendiri, kita murni sesuai kualifikasi. Tidak ada sangkut paut apa pun. Sesuaikan dengan pengalaman dan lowongan yang relevan dengan bidang pencari kerja,” katanya.
Rizka mengatakan, keberadaan job fair membantu perusahaan mendapatkan calon tenaga kerja dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Perusahaan juga membuka kesempatan bagi fresh graduate, salah satunya untuk posisi admin produksi.
“Untuk para pencari kerja, yakin saja sama diri kalian sendiri. Asalkan punya skill, kemampuan dan niat, tidak usah mendengarkan isu-isu yang kurang baik di luar sana,” ucap dia.
Sementara itu, peserta Job Fair, Oktaviani, mengaku sengaja datang karena baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan.
Lulusan akuntansi tersebut berharap mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikan, sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan pengalaman.
“Kalau saya jurusan akuntansi, inginnya mengembangkan pengalaman di bidang akuntansi supaya bisa berkembang lebih lanjut,” katanya.
Menurut Oktaviani, keberadaan job fair memudahkannya dalam mencari informasi, karena dapat menemukan banyak pilihan perusahaan dalam satu tempat.
Dia berharap, salah satu lowongan yang dia lamar dapat menjadi pekerjaan. Sesuai dengan lingkungan dan pengembangan pengalamannya.
“Harapannya bisa dapat kerja,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





