SEMARANG, beritajateng.tv – PT KAI Daop 4 Semarang turut menyukseskan program Hari Gerakan Satu Juta Pohon dengan tanam pohon dan hijaukan stasiun.
PT Kereta Api Indonesia KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang tanam pohon secara serentak di 5 stasiun wilayahnya.
Sebanyak 50 pohon dengan jenis Tabebuya, Ketapang, dan Pule akan KAI tanam di lima stasiun. Antara lain di Stasiun Alastua Kota Semarang, Stasiun Brumbung Kabupaten Demak, Stasiun Weleri Kabupaten Kendal. Stasiun Gundih Kabupaten Grobogan, dan Stasiun Larangan Kota Tegal.
BACA JUGA : Selama Masa Angkutan Nataru, KAI Daop 4 Layani 402 Ribu Pelanggan Kereta Api
Kepala Daop 4 Semarang KAI, Daniel Johannes Hutabarat menyampaikan bahwa penanaman pohon ini merupakan salah satu upaya KAI dalam mendukung program pemerintah. Yaitu Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap tanggal 10 Januari.
“Penanaman pohon secara serentak ini juga merupakan salah satu bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Atau TJSL KAI melalui program KAI Go Green,” jelasnya.
KAI Daop 4 Tanam Lima Jenis Pohon
Penanaman secara simbolis berlangsung di Stasiun Alastua Kota Semarang pada Rabu 10 Januari 2024. Dengan menanam sejumlah 5 pohon dengan jenis Tabebuya Putih, Tabebuya Kuning, Tabebuya Merah Muda, Ketapang dan Pule.
Daop 4 Semarang juga terus melakukan upaya penghijauan di seluruh wilayah kerja dari Stasiun Tegal hingga Stasiun Cepu.
Total sebanyak 167 pohon dengan berbagai jenis telah ada penanaman di sejumlah lokasi pada wilayah kerja Daop 4 Semarang pada 2023 hingga awal 2024.
Upaya penghijauan juga telah KAI lakukan dengan membuat taman hijau yang berada di stasiun. Maupun kantor perawatan yang ada di sepanjang wilayah Daop 4 Semarang.
Dengan adanya penghijauan di area stasiun dan sekitarnya. Harapannya akan membuat penumpang kereta api semakin nyaman. Sekaligus mengurangi efek karbon yang muncul dari pergerakan sarana kereta api yang beroperasi.
“Melalui ratusan pohon yang sudah kami tanam ini. Harapannya dapat memberikan kontribusi dalam upaya mengurangi pemanasan global di tengah dampak perubahan iklim yang terjadi. Sekaligus membantu pemerintah dalam pencapaian target emisi nol pada tahun 2060,” tutup Daniel. (*)
Editor: Elly Amaliyah





