SEMARANG, beritajateng.tv – Babak pertama laga antara PSIS Semarang menghadapi PSS Sleman berlangsung panas di Stadion Jatidiri, Minggu, 19 Oktober 2025 malam. Tim tamu tampil dominan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 0-3.
Sejak peluit awal, PSS Sleman langsung menekan pertahanan PSIS. Serangan cepat mereka membuahkan hasil pada menit ke-4.
Gustavo Tocantis mencetak gol pembuka setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Laskar Mahesa Jenar. Setelah wasit memeriksa lewat VAR, gol tersebut sah, dan PSS memimpin 1-0.
Keunggulan itu membuat pasukan Super Elja semakin percaya diri. PSIS mencoba bangkit lewat serangan balik cepat, namun upaya mereka selalu mentah di kaki barisan belakang Sleman.
BACA JUGA: PSIS Semarang Siap Tundukkan PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Ega Raka: Kami Punya Game Plan
Menit ke-13, Frederic Injai menggandakan keunggulan. Tendangan kerasnya menghujam gawang PSIS setelah menerima umpan matang dari Tocantis. VAR sempat memeriksa kemungkinan offside, tetapi gol tetap disahkan.
Belum puas, skuad PSS terus menyerang tanpa memberi ruang bagi PSIS mengembangkan permainan. Menit ke-18, Gustavo Tocantis hampir mencetak gol keduanya melalui sundulan keras, namun wasit menganulir setelah VAR menemukan posisi offside. Meski begitu, dominasi Sleman tak terbendung.
Memasuki menit ke-31, PSIS terlihat kehilangan arah. Koordinasi antar lini mereka berantakan, sementara tekanan dari Sleman semakin intens.
BACA JUGA: Usai Bungkam Kendal Tornado FC, PSS Sleman Siap Curi Poin di Kandang PSIS Semarang
Menit ke-37, kerja sama apik antara Frederic Injai dan Tocantis kembali menghancurkan pertahanan tuan rumah. Umpan matang Injai langsung disambar Tocantis dengan sepakan keras pada menit ke-38, memperbesar keunggulan menjadi 0-3.
Hingga babak pertama berakhir, PSIS tak mampu keluar dari tekanan. PSS Sleman tampil efektif, agresif, dan jauh lebih solid dalam setiap lini permainan.
Pertandingan ini menunjukkan superioritas tim tamu yang benar-benar memanfaatkan peluang dengan maksimal. Sementara PSIS harus segera berbenah jika ingin membalikkan keadaan pada babak kedua. (*)





