Uncategorized

Kecanduan Kamera Analog di Tengah Mahalnya Harga Roll Film

×

Kecanduan Kamera Analog di Tengah Mahalnya Harga Roll Film

Sebarkan artikel ini
Andika Yogiswara
Andika Yogiswara, pemilik Fotogra.film Lab saat menunjukkan mesin pencuci roll kamera analog, Selasa 5 September 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kehadiran kamera digital tentu menggantikan kamera analog. Namun, seperti halnya barang antik lainnya, kamera analog tetap diminati oleh sebagian orang.

Salah satunya adalah Sabrina Mutiara. Jurnalis asal Blora tersebut baru saja menekuni hobi menjepret gambar menggunakan media analog selama satu tahun terakhir,

Alumni UIN Walisongo Semarang tersebut mengaku memang menyukai segala hal yang berbau fotografi. Ia pernah menjajal memotret dengan berbagai macam alat seperti kamera digital, mirrorless, hingga smartphone.

“Memang suka foto sebenernya, nah yang belum coba kan kamera analog, makanya aku tertarik. Hasil fotonya menurutku bagus, dalam artian unik dan estetik,” ungkapnya kepada beritajateng.tv, Rabu 6 September 2023.

Tak main-main, Sabrina bahkan melakukan riset hingga dua bulan lamanya untuk mengulik seluk-beluk dunia analog. Ia bahkan menyempatkan diri mengunjungi Fotogra.film Lab untuk berkonsultasi langsung dengan ahlinya.

“Yang bikin suka karena aku jadi bisa ambil foto dengan perasaan, nggak sembarangan ambil foto, bisa ngira-ngira soalnya harga roll film sekarang mahal,” lanjutnya.

BACA JUGA:Berkunjung ke Fotogra.film Lab, Dapur Cuci Film Kamera Analog Pertama di Kota Semarang

Harga Roll Film Terus Mengalami Kenaikan

Saat ini, menggeluti hobi kamera analog memang membutuhkan biaya yang tak sedikit. Sebut saja harga beberapa roll film yang setidaknya dibandrol dengan harga Rp 150 – 200 ribu per buahnya.

Selain itu, belum lagi biaya yang harus di keluarkan untuk mencuci roll film. Di mana rata-rata satu kali mencuci roll film membutuhkan biaya Rp 50 – 70 ribu.

“Satu foto bisa di bilang harganya Rp 30 ribu, jadi kaya sayang kalau gagal, tapi itu juga jadi nilai unik main kamera analog,” ungkap Sabrina.

Sementara itu, Andika Yogiswara, pemilik Fotogra.film Lab menjelaskan kenaikan harga roll film mulai terasa sejak tahun 2019. Menurutnya, salah satu faktornya adalah banyaknya produsen yang banyak menyetop pembuatan roll film.

“Terakhir Mei kemarin Kodak membuat pengumuman naiknya harga karena sulitnya bahan baku, selain itu cost produksi yang cukup tinggi dan nggak sesuai demand pasar,” ungkap Andika ketika beritajateng.tv temui di Fotogra.film Lab, Selasa 5 September 2023.

Lebih lanjut, Andika mengatakan bahwa peminat kamera analog memang masih tinggi. Hanya saja, jumlah tersebut masih tetap jauh di bawah peminat kamera digital.

Bahkan, beberapa perusahaan seperti Kodak dan Fuji selalu menyatakan bangkrut dalam laporannya per tahun. Tak heran jika Andika menyebut produsen umumnya masih memproduksi roll film hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan pecinta analog.

“Kodak itu pernah bangkrut tahun 2013, hingga di Amerika ada gerakan satu orang satu roll untuk kembali menghidupkan kamera analog ini. Tapi nanti ketika sutradara beralih ke digital semua, mungkin ada kalanya memang industri roll film ini akan berakhir,” sebutnya.

Tapi berbicara soal hobi, meroketnya harga rol film bukan menjadi masalah berarti bagi para pecinta kamera analog. Bagi Sabrina dan Andika misalnya, mereka mengaku akan tetap mencintai kamera analog.

BACA JUGA:Pernah Berjaya pada Masanya, Begini Kabar Toko Buku Bekas di Kompleks Stadion Diponegoro Semarang

“Akhirnya kita menyeleksi apa yang kita foto, nggak kaya digital yang bisa kita hapus, ibaratnya jadi ‘one shoot one kill’, sebisa mungkin memotret momen yang bagus banget,” imbuhnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp