Feature

Pernah Berjaya pada Masanya, Begini Kabar Toko Buku Bekas di Kompleks Stadion Diponegoro Semarang

×

Pernah Berjaya pada Masanya, Begini Kabar Toko Buku Bekas di Kompleks Stadion Diponegoro Semarang

Sebarkan artikel ini
Toko Buku Bekas Stadion Diponegoro
Salah satu pembeli sedang melihat koleksi buku bekas di kawasan Stadion Diponegoro, Jumat, 1 September 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tersembunyi di tengah kota serta dekat dengan Jalan MT Haryono, terdapat sebuah kawasan yang sempat berjaya menjadi jujugan para bibliofili atau pencinta buku. Tepatnya di kawasan Stadion Diponegoro, Jalan Ki Mangunsarkoro, Karangkidul, Semarang Tengah, berdiri puluhan toko yang menjajakan buku bekas.

Berbagai jenis buku bekas seperti komik, novel, majalah, buku pelajaran SD, SMP, SMA, hingga perkuliahan, dan bahkan beberapa jilid tugas akhir mahasiswa ada di sini. Saking lengkapnya, tak sedikit mahasiswa yang masih wara-wiri mencari buku akademik di sana hingga sekarang.

Pada Jumat, 1 September 2023 kemarin misalnya. Anton, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNNES mengaku tengah mencari buku berjudul Understanding and Using English Grammar karya Betty Azar.

BACA JUGA: Kenang Sastrawan Prancis Kontroversial, AF Semarang dan Dekase Bincangkan Sosok dan Karya Milan Kundera

Menurutnya, banyak dosen yang menyarankan mahasiswa untuk mencari buku akademik di kompleks stadion tersebut. Selain koleksi yang lengkap, buku di sini terbanderol dengan harga yang sangat miring sebab kebanyakan adalah buku bekas.

“Memang dosen dan kakak tingkat banyak yang merekomendasikan beli di Stadion, karena yang pasti harganya juga murah-murah,” akunya.

Senada dengan Anton, Fitri juga terlihat asyik melihat buku dari satu toko ke toko lainnya. Rupanya, ia sedang mencari majalah bekas yang mengangkat tema perjuangan.

“Ini sedang cari majalah yang bertemakan perjuangan. Memang mencari yang terbitan lama semua, tadi malah nemu terbitan tahun 1960-an,” kata Fitri.

Toko buku bekas di kompleks Stadion Diponegoro bertahan di era digitalisasi

Meski masih menjadi jujugan beberapa orang untuk mencari bahan bacaan, namun dapat terlihat bahwa kejayaan toko buku bekas di Stadion Diponegoro telah meredup.

Hal tersebut terungkap oleh Seny, salah satu pedagang di sana. Ia yang telah berjualan sejak tahun 1990-an ini mengaku minat masyarakat untuk membeli buku di kawasan itu telah menurun.