SEMARANG, beritajateng.tv – Berikut alasan-alasan mengapa hingga kini Israel masih belum melancarkan serangan darat ke Jalur Gaza.
Terhitung dua minggu lebih sejak Israel menggemakan ancaman mereka akan pelancaran serangan ke Jalur Gaza. Bahkan negara Yahudi itu sudah menyiapkan beberapa tank dan peralatan militer lainnya di perbatasan Jalur Gaza.
Usai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membentuk kabinet perang dan memanggil ratusan ribu pasukan cadangan IDF, tank dan militer Israel bersiap di perbatasan tersebut.
Adapun prediksi dari Yoav Gallant, Menteri Pertahanan Israel yang menyebut bahwa serangan di Jalur Gaza akan memakan waktu hingga beberapa bulan.
Hal itu pun mereka gemakan untuk memberantas keberadaan Hamas.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengatakan aksi militer di Gaza “mungkin memakan waktu satu, dua atau tiga bulan, tetapi pada akhirnya tidak akan ada lagi Hamas.”
Operasi tersebut, ia sebutkan juga akan terjadi. Namun terkait kapan tepatnya operasi akan mereka lakukan belum jelas hingga saat ini.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memperingatkan bahwa operasi semacam itu akan memicu pembantaian.
Langkah Israel kini masih menjadi pertanyaan besar warga dunia. Mengapa Israel belum lancarkan serangan darat ke Jalur Gaza?
Melansir dari Sky News pada Kamis, 25 Oktober 2023, berikut beberapa alasannya.
Alasan Israel Belum Lancarkan Serangan Darat ke Jalur Gaza
1. Bahaya untuk pasukan Israel
Philip Ingram, mantan senior intelijen Inggris mengatakan kepada Sky News bahwa IDF akan menghadapi beberapa pejuang teror perkotaan paling sengit di dunia di Jalur Gaza.
Ia menjelaskan Hamas akan mengetahui rute yang akan dilalui Israel, penggunaan ranjau, posisi penembak jitu terbaik dan jaringan terowongan untuk menyerang mereka.
BACA JUGA: Soal Pemberian Bantuan ke Israel Hingga Diboikot, McDonald’s Buka Suara
“Ada risiko masuk ke dalam perangkap yang sangat berbahaya,” kata seorang mantan pejabat keamanan senior Israel kepada NBC.
2. Rencana keluar dari Jalur Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum menetapkan rencana keluar mengenai bagaimana dan kapan harus meninggalkan Jalur Gaza, kata seorang pejabat senior pemerintah kepada NBC.
Dan jika Israel mencapai tujuan strategisnya, tidak ada yang tahu entitas apa yang mungkin akan menggantikan posisi Hamas.
3. Keberadaan sandera
Sekitar 220 sandera masih jadi sandera di Gaza, teryakini tersembunyi di jaringan terowongan bawah tanah.
Para pejabat Israel akan berada di bawah tekanan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin sandera sebelum serangan apa pun, dan sumber-sumber di pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan AS menganjurkan penundaan serangan darat atas dasar hal tersebut.
3. Pemimpin Israel
Para pemimpin politik dan keamanan Israel yang mengambil keputusan untuk menyerang tahu bahwa mereka mungkin sedang menulis “babak terakhir mereka dalam kehidupan publik.
Hal itu diungkapkan pakar Timur Tengah Robert Satloff kepada jaringan mitra Sky News, NBC. Sementara menurut Howard Berkowitz, dari Washington Institute for Near East Studies, banyak yang memikul tanggung jawab atas kegagalan keamanan yang menyebabkan serangan mematikan Hamas pada tanggal 7 Oktober dan menyadari bahwa penyelidikan akan dilakukan setelah konflik ini.
BACA JUGA: Update Israel-Hamas, Peluncuran Serangan Paling Brutal ke Gaza
Itu dia beberapa alasan mengapa Israel belum juga melancarkan serangan darat ke Jalur Gaza.(*)





