HeadlineJatengNews Update

Ketua DPRD Jateng Apresiasi Regenerasi Pelaku Seni di Kabupaten Semarang

×

Ketua DPRD Jateng Apresiasi Regenerasi Pelaku Seni di Kabupaten Semarang

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto. (ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

Bambang berpendapat kuda lumping merupakan salah satu ikon kesenian tradisional. Di berbagai daerah, kesenian ini punya sebutannya masing-masing. Ada yang menyebut kuda lumping, jaran kepang, jaranan, maupun jathilan. Kuda lumping juga merupakan pentas yang punya unsur mistis. Tapi justru karena itu, aksi para pemain kuda lumping ini selalu ditunggu penonton.

Di beberapa daerah, pentas kuda lumping juga kerap dipadukan dengan seni kontemporer lain seperti dangdut atau campursari. Hal itu dilakukan untuk menarik minat penonton dan mengikuti perkembangan zaman.

“Perpaduan ini menambah suasana baru, meningkatkan animo masyarakat untuk melihat dan nguri-uri seni tradisional warisan nenek moyang kita,” tandasnya.

Seni kuda lumping kerap dipentaskan di berbagai acara seperti bersih desa, saparan, nyadran dan hajatan. Dia berharap kelompok seni tradisional eksis kembali dan mendapatkan job tampil setelah terpuruk selama pandemi Covid-19.

“Saat ini pandemi sudah mulai mereda, saya berharap pentas seni bisa digelar di banyak tempat. Berikan fasilitasi bagi para pelaku seni untuk tampil agar mereka mendapat manfaat secara ekonomi. Warga yang punya hajat juga hendaknya nanggap seni tradisional, bukan hanya dangdut atau organ tunggal,” paparnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengusulkan diterbitkannya aturan agar setiap destinasi wisata wajib mementaskan kesenian tradisional secara rutin.

“Mungkin pentasnya bisa sebulan sekali, seminggu sekali untuk mewadahi kelompok seni, sehingga pelaku seni bisa berekpresi, menghibur, dan mendapatkan income,” katanya. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp