FeaturePariwisata

Keunikan Masjid Kuno di Blora, Terdapat Makam Hingga Jadi Saksi Sejarah Lahirnya NU

×

Keunikan Masjid Kuno di Blora, Terdapat Makam Hingga Jadi Saksi Sejarah Lahirnya NU

Sebarkan artikel ini
Masjid Al Ma'sum Blora terdapat makam di dalamnya bahkan diklaim memiliki kaitan sejarah dengan lahirnya organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) di Blora, Jumat (24/3/2023). (Hery P - beritajateng.tv)

BLORA, 24/3 (beritajateng.tv) – Sebuah masjid di Blora Jawa Tengah, ini tergolong unik dimana di area dalamnya terdapat sejumlah makam. Masjid ini juga menjadi sejarah lahirnya organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) di Blora Jawa Tengah.

Berada di jalan raya Nasional Blora – Capu tepanya di Jepon Blora, masjid Al Ma’sum ini layaknya seperti masjid pada umumnya.

Bangunan masjid berbentuk tradisional Jawa dengan empat pilar kayu jati sebagai tiang penyangganya.

Namun siapa sangka masjid ini dulunya adalah sebuah mushola yang dibangun pada tahun 1910. Mushola tersebut dibangun oleh Kyai H. Maksum Syamsudin asal Rembang, Jawa Tengah.

Mushola tersebut juga menjadi sejarah berdirinya organisasi kegamaan Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Blora yang dipimpin Kyai H. Maksum pada tahun 1927.

Pada tahun 1983, Mushola tersebut dipugar menjadi sebuah masjid oleh muridnya Kyai H. Maksum, yang bernama Kyai H. Cholil agar mampu menampung lebih banyak jamaah.

Meski mengalami pemugaran total namun bedug dan kentongan kuno masih tetap dipertahankan.

Namun siapa sangka di area dalam masjid terdapat empat buah makam yang disakralkan. Keempat makam tersebut milik Kyai H. Maksum Syamsudi berserta istri dan Kyai H. Cholil berserta istri.

Meski terdapat makam namun masjid ini jauh dari angker. Banyak warga sekitar yang datang menjalankan ibadah sholat seperti biasa.

“Di makam ini banyak orang muslim dari luar kota yang datang untuk berziarah, meski tidak banyak yang tahu,” kata Rachman Chamdani cucu Kyai H Maksum, yang menjadi marbot masjid, Jumat (24/3/2023).

Masjid Al Ma’sum saat ini dikelola keluarga besar Kyai H. cholil. selain digunakan sebagai tempat mengaji, dI dalamnya juga terdapat Madrasah Ibtidaiyah.

“Dulu pernah ada Kyai H. Hasyim Ashari berkunjung ke sini, meresmikan Masjid bersejarah ini,” tutupnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp