Pendidikan

Khusus Siswa Kurang Mampu, Ini SMA/SMK Swasta di Blora-Rembang yang Digratiskan Pemprov Jateng

×

Khusus Siswa Kurang Mampu, Ini SMA/SMK Swasta di Blora-Rembang yang Digratiskan Pemprov Jateng

Sebarkan artikel ini
swasta Blora | SPMB Jateng 2025 | siswa SMA
Ilustrasi siswa SMA. (ant)

BLORA, beritajateng.tv – Sejumlah sekolah menengah atas dan kejuruan swasta di Blora serta Rembang memberikan fasilitas pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Kebijakan ini hadir lewat kolaborasi antara sekolah swasta dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan seluruh pelajar mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Melalui program ini, setiap siswa miskin menerima bantuan senilai Rp2 juta dari Pemprov Jateng. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA: Pemprov Jawa Tengah Gratiskan Siswa Miskin di Sekolah Swasta, Akreditasi Minimal B

Program ini menyasar sekolah swasta terpilih yang bersedia menyediakan pendidikan gratis secara menyeluruh.

“Program ini tidak menarik biaya bagi siswa miskin di sekolah mitra. Dana penuh dari Pemprov,” jelas Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, belum lama ini.

Pendaftaran program bisa dilakukan pekan depan melalui laman resmi https://spmb.jatengprov.go.id/. Siswa dari keluarga miskin dapat mengakses pendaftaran secara online dengan mudah dan cepat.

BACA JUGA: Permudah Akses Warga Miskin, Pemprov Jateng Garap Sekolah Kemitraan SMA/SMK Swasta di SPMB 2025

Berikut sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Blora yang menyediakan pendidikan gratis:

  • SMAS Muhammadiyah Kedungtuban
  • SMAS NU Kradenan
  • SMK Nurul Huda Jiken
  • SMK Muhammadiyah Todanan

Sementara itu, di Kabupaten Rembang, daftar sekolah mitra antara lain:

  • SMA Kartini Rembang
  • SMK Muhammadiyah Pamotan

BACA JUGA: Daftar SMA/SMK Swasta Gratis di Kota dan Kabupaten Semarang, Bantuan Rp2 Juta per Siswa

Selain Blora dan Rembang, Pemprov Jateng juga bekerja sama dengan sekolah swasta lain di berbagai daerah. Total kemitraan mencapai 139 sekolah, terdiri dari 56 SMA dan 83 SMK.

Upaya ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah serta meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Tengah secara merata. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp