Jateng

Highlight Budaya dan Sejarah, Kirab Hari Jadi Salatiga Terinspirasi dari Pangeran Diponegoro

×

Highlight Budaya dan Sejarah, Kirab Hari Jadi Salatiga Terinspirasi dari Pangeran Diponegoro

Sebarkan artikel ini
Kirab Salatiga
Tokoh Johar Manik dalam Kirab peringatan Hari Jadi ke 1.275 Kota Salatiga, Sabtu, 26 Juli 2025.

SALATIGA, beritajateng.tv – Kirab peringatan Hari Jadi ke-1.275 Kota Salatiga, Sabtu, 26 Juli 2025 mengangkat tema tentang perlawanan Pangeran Diponegoro dan pasukan perang Bolkiyo di Salatiga.

Secara umum, kirab memang menampilkan warna-warni kostum dan beragam kreativitas dari peserta. Adapun pesertanya yakni Kepala OPD dan anggota DPRD Kota Salatiga, Duta Wisata Salatiga dan perwakilan kecamatan.

Selain itu, ada TNI-Polri, lembaga pendidikan, peserta lomba kostum hingga peserta lomba mobil hias. Tak hanya itu, ada juga pasukan pemungut sampah di sepanjang rute pelaksanaan kirab.

BACA JUGA: Resik-Resik Kutho Jogo Tirto Sasar Sumber Air Abadi di Kalicacing Salatiga

Kirab Salatiga, Sarat Makna

Semangat kirab kali ini terinspirasi dari kisah kegigihan perlawanan pasukan Pangeran Diponegoro. Semangatnya sebagai tokoh sentral panglima pasukan Bolkiyo, Johar Manik atau Kiai Usman Bahwi.

“Ini untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kepada generasi muda di Salatiga,” ungkap Lurah Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Irwan Susanto.

Menurutnya, kisah kegigihan perlawanan tersebut menjadi salah satu peristiwa yang mewarnai sejarah Kota Salatiga.

Johar Manik atau Kiai Usman Bahwi adalah seorang Panglima Bolkiyo yang gigih dan berani dalam melawan kesewenang-wenangan penjajah di Salatiga.

BACA JUGA: Bawa Misi Toleransi, Mahasiswa PPN UIN Salatiga 2025 Terjun ke 101 Desa di Kabupaten Semarang

Johar Manik dan pasukan Bolkiyo melakukan perlawanan dengan bergerilya di wilayah Salatiga. Berkat kegigihan ini, Johar Manik diburu hingga akhirnya meninggal dunia karena serangan pasukan Belanda.

“Jenazah Johar Manik atau Kiai Usman Bahwi berada di Tanggul Ayu Nanggulan, Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga,” jelas Irwan.

Kemeriahan Hari Jadi Kota Salatiga

Sementara itu, kirab peringatan Hari Jadi ke-1.275 Kota Salatiga berlangsung meriah. Ribuan warga Kota Salatiga menyaksikan kirab di sepanjang ruas jalan yang peserta lalui.

BACA JUGA: Tumplek Blek! Ribuan Warga Antusias Serbu Kenduri Rakyat Hari Jadi ke-1.275 Kota Salatiga

Kemeriahan tersebut mulai dari Jalan Diponegoro-Jalan Jenderal Sudirman hingga di sepanjang Jalan Sukowati hingga di kompleks Kantor Wali Kota Salatiga, di wilayah Kalicacing, Kecamatan Sidomukti.

Tak hanya warga Kota Salatiga, antusias sebagian warga Kabupaten Semarang terhadap acara kirab Hari Jadi ke-1.275 Kota Salatiga ini juga cukup tinggi. Mereka datang bersama keluarga untuk melihat kemeriahannya.

Salah satunya adalah Siswanto (41), warga Pabelan, Kabupaten Semarang. Ia bahkan mengajak serta anaknya yang masih mengenakan seragam sekolah di Jalan Sukowati.

“Kebetulan sekalian jemput anak pulang sekolah, jadi langsung saya ajak ke sini untuk menyaksikan acara kirab hari jadi Kota Salatiga ini biar tidak bolak- balik,” ungkapnya. (*)

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp