BLORA, beritajateng.tv – Banyak titik sumur minyak masyarakat ilegal di Desa Gandu, Kabupaten Blora. Ada yang berlokasi persis di depan rumah warga, bahkan ada yang berada di dalam rumah.
Kejadian kebakaran sumur ilegal ini meninggalkan banyak cerita bagi warga setempat yang merasakan dampaknya secara langsung.
Kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu telah menyebabkan sekolah tutup dan warga panik karena api tak kunjung padam. Mereka pun mendesak aparat menutup sumur-sumur ilegal yang ada di desa mereka.
BACA JUGA: Hari Keenam, Sumur Ilegal di Blora Masih Terbakar, Damkar Gabungan Turun Tangan
Salah satu warga, Puji, mengungkapkan bahwa ia sudah memperingatkan tetangganya untuk tak merobohkan rumah demi aktivitas pengeboran minyak yang dikelola secara ilegal.
“Itu karena tergiur oleh janji cuan dari seorang investor bernama Hartono,” kata Puji.
Ironisnya, setelah lahan dibongkar dan dilakukan pengeboran, insiden kebakaran terjadi dan memaksa Puji beserta keluarganya mengungsi. Investor tersebut pun menghilang tanpa jejak.
“Pemilik lahan juga mengungsi,” imbuhnya.
Komisi B DPRD Kabupaten Blora injau sumur ilegal di Desa Gandu yang terbakar
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Blora meninjau lokasi kebakaran dan menyayangkan adanya praktik pengeboran sumur minyak yang dianggap liar dan tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang diatur dalam Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Ketua Komisi B, Jayadi, menegaskan bahwa masyarakat belum siap menghadapi regulasi tersebut, terbukti dengan terulangnya kebakaran setelah insiden serupa di Desa Plantungan.
BACA JUGA: Sumur Migas Ilegal di Blora Kembali Alami Blow Out, Limbah Minyak Mentah Tumpah ke Kanal
“Pemerintah harus segera menertibkan sumur-sumur ilegal ini untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Meskipun Bupati Blora telah mengajukan perizinan untuk 4.160 titik sumur kepada Gubernur Jawa Tengah, kita perlu memastikan bahwa semua kegiatan ini mengikuti standar yang benar,” tegas Jayadi.
Hingga saat ini, api dari sumur minyak ilegal belum terpadamkan. Petugas gabungan pemadam kebakaran masih berupaya dengan berbagai cara untuk mengendalikan situasi agar masyarakat dapat kembali tenang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi













