Gaya Hidup

Kisah Komedi yang Relatable, Cek Review Film Suka Duka Tawa

×

Kisah Komedi yang Relatable, Cek Review Film Suka Duka Tawa

Sebarkan artikel ini
Film Suka Duka Tawa, Kisah Komika Perempuan yang Hadapi Luka Keluarga
Film Suka Duka Tawa tayang di Bioskop XXI Java Supermall Semarang. (doc. Humas)

SEMARANG, beritajateng.tv – Film bioskop berjudul Suka Duka Tawa kini merupakan debut dari Axo Tenriyagelli.

Kisah dalam film ini menghadirkan seni stand up membuat cerita yang hadir penuh emosi.

Menceritakan bagaimana kisah pilu seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua.

BACA JUGA: Nuansa Horor yang Kurang Menggigit, Begini Review Film Malam 3 Yasinan

Para penonton yang menyaksikan siap mengiris pilu namun lucu. Tertarik buat nonton? Yuk simak terlebih dahulu review film yang satu ini.

Review Film Suka Duka Tawa

Aco Tenriyagelli kembali menghadirkan sebuah film drama yang dibalut dengan nuansa komedi.

Sepanjang durasinya, penonton akan menyaksikan beragam jenis humor, mulai dari komedi situasi hingga depan, yang kemudian berlanjut pada sajian drama emosional layaknya roller coaster perasaan.

Alur ceritanya terasa hidup dan dinamis. Meski Aco banyak menggunakan pengambilan gambar statis, hal tersebut tidak membuat film terasa membosankan.

Ia memperlakukan karyanya seperti sebuah pertunjukan teater, dengan penekanan pada pergerakan aktor serta kekuatan chemistry antar karakter.

Para pemeran tampil meyakinkan dalam membawakan perannya masing-masing.

Rachel berhasil memerankan sosok komedian kelas bawah yang berjuang keras mempertahankan hidup.

Sementara T. Rifnu tampil kuat sebagai figur ayah yang berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya.

Akting keduanya menghadirkan kepedihan yang terasa nyata dan mampu membuat penonton ikut terenyuh.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Film Horor Indonesia yang Tayang Januari 2026, Cerita Mistis Lokal Siap Mengguncang Bioskop

Penggambaran latar, suasana, hingga realisme perjuangan Tawa terasa begitu kuat hingga seolah melampaui batas layar bioskop.

Nuansa emosionalnya semakin dalam dengan kehadiran lagu Bunga Maaf dari The Lantis, yang secara langsung memperkuat momen-momen dramatis dan membuatnya terasa lebih menghantam.

Tema yang diusung pun sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Inti ceritanya bertumpu pada relasi ayah dan anak sebagai fondasi utama.