Khoirurrozikin berjanji akan menjaga dan merawat Mbah Sani bersama warga sekitar. Meskipun terkadang cucu Mbah Sani datang menjenguk, namun jarak rumah mereka yang jauh cukup menyulitkan.
Saat ini, Mbah Sani hidup sebatang kara dan membutuhkan uluran tangan dari para tetangga untuk menyambung hidupnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





