SALATIGA, beritajateng.tv —Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga di rujuk ke RS DKT dr Asmir, Sabtu, 25 April 2026, setelah kondisi kesehatannya terus menurun dalam dua hari terakhir.
WBP tersebut sebelumnya mengalami gejala demam tinggi, sakit kepala, dan tubuh lemas. Tim medis rutan sempat memberikan penanganan awal, namun kondisi pasien tidak kunjung membaik.
Proses rujukan terlaksana sesuai prosedur dengan pengawalan ketat petugas Rutan Salatiga dan kepolisian, serta pendampingan dokter rutan. Langkah ini untuk memastikan keamanan sekaligus kelancaran penanganan medis di rumah sakit.
BACA JUGA: Tekuk Bogor Hornbills, Satyawacana Salatiga Raih Kemenangan Kedua di Kompetisi IBL
Dokter Rutan Salatiga, Ihsan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan perawatan intensif di dalam rutan sebelum akhirnya memutuskan rujukan. “Kondisi pasien terus memburuk, sehingga kami rujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut sebagai langkah deteksi dini,” ujarnya.
Berdasarkan hasil diagnosis tim medis di RS DKT dr Asmir, WBP tersebut diketahui menderita Demam Berdarah dan Demam Tifoid. Saat ini pasien masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Salatiga, Ruwiyanto, membenarkan adanya rujukan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap WBP yang mengalami gangguan kesehatan akan tertangani terlebih dahulu oleh poliklinik rutan.
“Jika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka akan di rujuk ke rumah sakit dengan memenuhi seluruh prosedur, termasuk pertimbangan dari Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP),” jelasnya.
BACA JUGA: Mendikdasmen Tebarkan Virus Sekolah Sehat dan Sehat Berwawasan Lingkungan di Salatiga
Pihak rutan memastikan seluruh proses penanganan terlaksana sesuai standar yang berlaku guna menjaga keselamatan dan kesehatan warga binaan. (*)
Editor: Farah Nazila
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





