SEMARANG, beritajateng.tv – Kondisi memprihatinkan ratusan anjing tampak di Shelter Penampungan Sementara di Jalan Kompol Maksum Semarang, Selasa 9 Januari 2024.
Anjing tampak kurus dan beberapa tampak lemas tak bertenaga. Saat dokter hewan dari Dinas Peternakan Kota Semarang datang, anjing-anjing itu langsung mendapatkan perawatan intensif.
Komunitas pecinta hewan, Animals Hope Shelter Indonesia mengapresiasi respon cepat Pemerintah Kota Semarang memberi bantuan penanganan anjing jagal.
BACA JUGA: Mbak Ita Minta Dinas Gencarkan Sosialisasi Larangan Konsumsi Daging Anjing
Pemkot Semarang melalui Dinas Pertanian Kota Semarang sigap menerjunkan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan kepada seluruh anjing. Selain mendapat makan, ratusan anjing itu juga mendapat multivitamin agar kondisi kesehatan membaik.
“Dinas Pertanian dan Peternakan di Kota Semarang dari awal mengevakuasi 266 anjing ini. Dan hal itu benar-benar membantu kami. Sampai hari ini pun banyak mendatangkan dokter hewan untuk tetap mengontrol kesehatan anjing-anjing ini,” ujar Ketua LSM Animals Hope Shelter Indonesia, Christian Josua Pale.
Ia berharap, bantuan-bantuan ini bisa terus ada agar anjing-anjing yang sudah selamat dari jagal, bisa terjaga kesehatannya.
Dia juga meminta agar kepolisian mengusut tuntas komplotan jagal anjing. Menurutnya, anjing-anjing itu para pelaku dengan cara mencuri dari pemiliknya.
“Fokus tujuan saya membongkar sindikat perdagangan daging anjing. Ini adalah momen kami sampai keluar negeri, saya ingin Indonesia ini tertib tentang aturan dan larangan konsumsi daging anjing. Kita harus ada undang-undang pidana yang bisa memberikan efek jera bagi para pelaku,” paparnya.
Kondisi Memprihatinkan Anjing Jagal
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong agar anjing-anjing ini bisa mendapat pemeriksaan kesehatan secara rutin. Mbak Ita, sapaan akrabnya juga mengingatkan agar masyarakat tidak lagi mengkonsumsi daging anjing karena dapat membahayakan kesehatan.
“Penyakit ini, cacing jantung, bisa berakibat sakit dan kematian dan harus kita hindari. Selain itu penyakit yang menular (akibat mengkonsumsi daging anjing-red) juga bisa rabies. Jateng sudah bebas rabies, kalau terjadi sangat kita sayangkan,” imbuhnya.





