“Kalau jalan alternatif ini sudah ada kesepakatan tertulis. Semua warga yang tanahnya terpakai setuju,” kata Juremi.
Jalan alternatif tersebut memiliki lebar sekitar 2,5 meter dan panjang kurang lebih 30 meter. Meski jalurnya lebih memutar, jalan ini kini menjadi satu-satunya akses warga menuju jalan raya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





