Jateng

Konflik Blokade Jalan Belum Usai, Warga Desa Kalangan Blora Terpaksa Bikin Jalur Alternatif

×

Konflik Blokade Jalan Belum Usai, Warga Desa Kalangan Blora Terpaksa Bikin Jalur Alternatif

Sebarkan artikel ini
Blora Blokade Jalan
Warga Desa Kalangan, Blora, membangun jalan alternatif akibat konflik blokade jalan yang tak kunjung selesai. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Akses jalan warga di Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terhambat akibat blokade oleh salah satu keluarga.

Lantaran blokade tersebut tak kunjung terbongkar total meski sudah mediasi, warga akhirnya memilih membangun jalan alternatif secara swadaya.

Blokade jalan itu dengan memasang batu kumbung di badan jalan yang selama bertahun-tahun digunakan warga. Aksi ini tersebab konflik antarwarga yang melibatkan keluarga Nunuk dan Watri dengan warga lain di lingkungan tersebut.

BACA JUGA: Konflik Blokade Jalan di Blora Buntu, Kades Kalangan Warga Nilai Tak Berani Ambil Keputusan

Keluarga Nunuk dan Watri mengklaim pemasangan batu kumbung karena pembangunan jalan berada di atas tanah pribadi milik mereka. Mereka menilai pelebaran jalan yang warga lakukan telah memakan tanah milik keluarga tanpa penyelesaian tuntas.

Padahal, menurut warga sekitar, jalan tersebut sudah lama menjadi akses umum. Awalnya jalan hanya berupa gang sempit. Namun, kemudian warga perlebar berdasarkan kesepakatan bersama warga. Termasuk dengan memanfaatkan sebagian tanah milik beberapa warga, salah satunya tanah milik Nunuk dan Watri.

Konflik makin memanas lantaran hubungan antara keluarga Nunuk dan Watri dengan keluarga Totok, yang rumahnya saling berhadapan, merenggang. Ketegangan itu berujung pada aksi pemblokiran jalan dengan batu kumbung.

Mediasi Konflik Blokade Jalan di Desa Kalangan, Blora, Berakhir Buntu

Pemerintah desa sempat turun tangan melakukan mediasi. Namun, hasilnya buntu. Keluarga Nunuk dan Watri bersikukuh tak mau membongkar blokade secara menyeluruh.

Hingga kini, baru satu batu kumbung yang terbongkar sehingga akses warga masih terbatas.

“Baru satu batu yang buka. Warga tetap susah lewat,” ujar Juremi, salah satu warga setempat.

BACA JUGA: Klaim Lahan Pribadi, Warga di Blora Pasang Pondasi di Tengah Jalan Desa

Tak ingin terus terisolasi, warga RT 02 RW 03 Desa Kalangan akhirnya berinisiatif membangun jalan alternatif. Pembangunan secara swadaya dengan memanfaatkan tanah milik warga sekitar yang telah tersepakati bersama.

“Kalau jalan alternatif ini sudah ada kesepakatan tertulis. Semua warga yang tanahnya terpakai setuju,” kata Juremi.

Jalan alternatif tersebut memiliki lebar sekitar 2,5 meter dan panjang kurang lebih 30 meter. Meski jalurnya lebih memutar, jalan ini kini menjadi satu-satunya akses warga menuju jalan raya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp