SEMARANG, beritajateng.tv – Kontingen Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Semarang berhasil meraih prestasi gemilang di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2024, Senin, 21 Oktober 2024.
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan kegiatan rutin dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah (MB-RBD). Ini menjadi salah satu program unggulan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
BACA JUGA: Baznas Beri Bantuan 50 Seragam SMP Kota Semarang
Dinas Pendidikan Kota Semarang mengirimkan kontingen yang berhasil menyabet sejumlah gelar juara, antara lain:
1. Juara III Lomba Komedi Tunggal (Ndhagel Ijen) Putra: Arshavin Ghani Raufinno
2. Juara II Lomba Nembang Macapat Putra: Alexandraz Luthfi Mulia
3. Juara Harapan I Lomba Nembang Macapat Putri: Aretha Rema Locreisha
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramushinto, mengungkapkan rasa bangganya terhadap prestasi para siswa tersebut.
“Alhamdulillah, berkat perjuangan kontingen SMP dari Kota Semarang, kami berhasil meraih beberapa prestasi di festival ini. Ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi mereka,” ujarnya.
Kontingen SMP Kota Semarang terdiri dari perwakilan siswa dari berbagai SMP di daerah tersebut. Mereka berangkat ke Jepara sesuai jadwal pelaksanaan lomba yang berlangsung dari tanggal 15-17 Oktober 2024 di Gedung Wanita Jepara, Demaan VII, Jepara.
Berbagai agenda lomba dalam festival ini meliputi:
1. Lomba Menulis Cerkak (Nulis Cerkak)
2. Lomba Berpidato (Sesorah)
3. Lomba Mendongeng (Ndongeng)
4. Lomba Komedi Tunggal (Ndhagel Ijen)
5. Lomba Membaca dan Menulis Aksara Jawa (Nulis Lan Maca Aksara Jawa)
6. Lomba Nembang Macapat
7. Lomba Membaca Geguritan (Maca Geguritan)
Dengan prestasi kontingen SMP Kota Semarang, harapannya dapat memotivasi lebih banyak siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Keberhasilan ini juga menunjukkan komitmen Kota Semarang dalam mengembangkan talenta dan kreativitas siswa di bidang seni dan budaya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





