Olahraga

Kota Semarang Kembali Juara Umum Porprov Jateng 2026, Raih 177 Emas dari Atlet Binaan Lokal

×

Kota Semarang Kembali Juara Umum Porprov Jateng 2026, Raih 177 Emas dari Atlet Binaan Lokal

Sebarkan artikel ini
KONI Kota Semarang Kembali Juara Umum Porprov Jateng 2026, Raih 177 Emas dari Atlet Binaan Lokal
Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Andrarasmara dan General Manager Pemenangan KONI Kota Semarang Helly Sulistyanto. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kontingen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang kembali membuktikan dominasinya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Berhasil mempertahankan gelar juara umum, Kota Semarang menutup kompetisi olahraga empat tahunan tersebut dengan raihan 410 medali.

Dari total perolehan tersebut, atlet-atlet Kota Semarang menyumbangkan 177 medali emas, 112 perak, dan 121 perunggu.

Capaian ini sekaligus mengukuhkan Kota Semarang sebagai daerah dengan perolehan medali emas terbanyak dalam Porprov Jateng 2026.

Meski jumlah medali mengalami penurunan dari Porprov 2023 yang mencapai 461 medali. Keberhasilan mempertahankan posisi juara umum menjadi bukti konsistensi pembinaan olahraga di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh elemen yang terlibat dalam keberhasilan kontingen Kota Semarang.

BACA JUGA: Wali Kota Agustina Jaga Tradisi Juara Umum, Semarang Rajai Porprov Jateng 2026 

Menurut Arnaz, keberhasilan tersebut bukan sekadar persoalan jumlah medali, melainkan hasil dari proses pembinaan atlet yang berjalan secara berkelanjutan melalui program Semarang Emas.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2026 dapat kita lalui dengan baik. Kami dari KONI Kota Semarang, khususnya sebagai salah satu tuan rumah, tidak hanya berupaya meraih sukses prestasi. Tetapi juga turut berkontribusi mewujudkan sukses penyelenggaraan,” ujar Arnaz.

Ia menegaskan, prestasi yang para atlet raih merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan proses panjang pembinaan yang melibatkan banyak pihak.

Menariknya, Arnaz juga menyoroti keberhasilan atlet-atlet lokal yang mampu menyumbangkan medali emas bagi Kota Semarang.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena merupakan hasil pembinaan daerah.

“Setiap medali yang kita raih merupakan bagian dari proses pembinaan prestasi yang sudah kita jalankan melalui program Semarang Emas. Atlet-atlet yang meraih emas ini benar-benar merupakan local pride, hasil dari pembinaan lokal,” ungkapnya.

Arnaz tidak menampik bahwa jumlah medali yang di peroleh Kota Semarang pada Porprov XVII 2026 mengalami penurunan dari penyelenggaraan sebelumnya.

Namun, kondisi tersebut tidak terlepas dari sejumlah perubahan regulasi pertandingan di berbagai cabang olahraga (cabor).

Beberapa ketentuan yang mengalami penyesuaian di antaranya pembatasan usia atlet, aturan satu atlet maksimal mengikuti tiga nomor pertandingan. Hingga sejumlah cabang olahraga yang tidak dipertandingkan pada Porprov tahun ini.

“Memang ada sedikit penurunan dari Porprov sebelumnya. Hal itu karena adanya perubahan regulasi di setiap cabang olahraga, seperti pembatasan usia, ketentuan satu atlet hanya bisa mengikuti tiga nomor pertandingan. Serta beberapa cabor yang tidak di pertandingkan,” jelasnya.

Meski demikian, Arnaz menilai perubahan tersebut bukan menjadi persoalan utama. Baginya, hal terpenting adalah perjuangan seluruh atlet dan tim yang telah berupaya memenuhi target prestasi yang di tetapkan.

Selain mempertahankan gelar juara umum, Kota Semarang juga mendapat kepercayaan menjadi salah satu tuan rumah Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Karena itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari raihan medali, tetapi juga dari kemampuan menyelenggarakan kompetisi olahraga secara lancar, aman, dan kondusif.

Arnaz menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang, panitia pelaksana, seluruh pemangku kepentingan olahraga, masyarakat. Serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan selama penyelenggaraan Porprov.

Menurutnya, sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

BACA JUGA: Java United Kalahkan Bhayangkara FC 2-0, Fabio Lefundes Ingatkan Pemain Tetap Membumi 

Sejak awal, KONI Kota Semarang bersama seluruh elemen olahraga telah berkomitmen untuk menunjukkan bahwa daerah ini mampu membangun ekosistem olahraga yang profesional dan berintegritas.

“Prestasi menjadi sebuah kebanggaan, sementara penyelenggaraan yang baik menjadi bukti bahwa kita mampu membangun ekosistem olahraga yang profesional dan berintegritas,” tuturnya.

Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum Porprov XVII 2026 harapannya menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga di Kota Semarang.

Arnaz berharap program Semarang Emas terus berkembang sehingga mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi. Tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Terlebih, tantangan berikutnya adalah mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Harapan saya, momentum Porprov ini menjadi kebangkitan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Kota Semarang. Kita ingin melahirkan atlet-atlet berprestasi dan mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Arnaz.

Dengan raihan 177 medali emas dan keberhasilan mempertahankan gelar juara umum, Porprov XVII Jawa Tengah 2026 menjadi catatan penting bagi perjalanan olahraga Kota Semarang.

Lebih dari sekadar angka di papan klasemen, prestasi tersebut menjadi gambaran hasil pembinaan atlet lokal sekaligus modal untuk menatap persaingan olahraga pada masa mendatang.  (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp