Hukum & Kriminal

KPK Kembali Sita Aset Properti Milik Rafael Alun di Jateng

×

KPK Kembali Sita Aset Properti Milik Rafael Alun di Jateng

Sebarkan artikel ini
aset Rafel Alun
Mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (ant)

JAKARTA, beritajateng.tv – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita properti milik mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo. Aset Rafael Alun yang KPK sita tersebut berada di Jawa Tengah.

“Yang terakhir itu, ini update ya, di salah satu provinsi istimewa di Jawa Tengah kita juga sudah menyita properti,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur terkait penyitaan aset Rafael Alun, Selasa 6 Juni 2023.

Asep enggan menjelaskan lebih lanjut soal lokasi dan nilai dari aset Rafael Alun yang baru saja KPK sita tersebut. Namun ia menyebut nilai aset tersebut cukup besar. “Ada propertinya, nilainya lumayan besar,” ujarnya.

BACA JUGA: Cegah Korupsi, KPK RI Lanjutkan Program Desa Anti Korupsi

Asep juga mengatakan penyidik KPK masih menelusuri aset lainnya namun terdaftar atas nama orang lain.

“Kalau rekan-rekan punya informasi tolong sampaikan ke kita, karena itu bisa ada pada siapa saja. Tidak harus di saudara, keluarga, anaknya, adiknya, kakaknya, ibunya. Mungkin kenalannya, atau mungkin siapa kita tidak pernah tahu ia pindahkan atas namanya, kan seperti itu,” tuturnya.

Sebelumnya penyidik KPK menyita aset yang diduga milik Rafael Alun Trisambodo berupa satu unit motor gede (moge) Triumph 1200cc di Yogyakarta. Selain itu ada satu unit Toyota Land Cruiser dan Toyota Camry di Solo.

BACA JUGA: Maraknya Kasus Kekerasan Pada Anak, Psikolog Ajak Orang Tua Adaptif dan Terus Dampingi

Penyidik KPK juga menyita 3 unit rumah milik Rafael Alun. Yakni satu unit rumah di Simprug, satu rumah indekos di Blok M dan kontrakan di Meruya.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan tim penyidik KPK akan terus melakukan penelusuran aset tersangka. Hal tersebut terkait perkara korupsi dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“KPK masih terus lakukan follow the money dan identifikasi aset terkait perkara ini untuk optimalisasi asset recovery dari hasil korupsi,” ujarnya. (ant)

Editor: Ricky Fitriyanto