SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah meresmikan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Kekerasan Seksual sekaligus membuka ruang unit pencegahan kekerasan seksual di lingkungan KPU Jateng, Minggu, 17 Agustus 2025.
Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono, menegaskan, keberadaan satgas ini fokus pada langkah pencegahan agar kasus kekerasan seksual tidak muncul di lingkungan kerja.
“Launching satgas ini berharap bahwa tugas-tugas kami selesai di pencegahannya. Tetapi kalau ada kasus-kasus, tentu kami siap menanganinya, memfasilitasi, dan memberikan konseling,” ujar Handi.
Handi menekankan, hal paling mendesak yakni memberikan edukasi menyeluruh kepada seluruh insan KPU, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Yang paling urgent tentu memberikan edukasi dan pemahaman terhadap perilaku-perilaku yang bisa masuk kategori tindakan yang mengarah kepada kekerasan seksual. Effort yang pertama tentu pencegahan,” sambung Handi.
BACA JUGA: Resmikan Zona Informasi Terintegrasi di Sudut Kantor, KPU Jateng: Kami Terbuka ke Publik
KPU Jateng tegaskan edukasi pencegahan kekerasan seksual jadi fokus utama
Dalam hematnya, kekerasan seksual tidak mengenal batas gender maupun bentuk. Baik fisik, verbal, maupun nonfisik tetap berpotensi menimbulkan korban. Oleh sebab itu, kata Handi, mitigasi dan pemahaman ia anggap sebagai langkah krusial.
“Terkait kekerasan seksual itu kan tidak membatasi apakah perempuan atau laki-laki, probability-nya sama. Artinya perlindungan harus menyeluruh,” tegas Handi.
Pihaknya menambahkan, hingga kini belum ada laporan kasus kekerasan seksual di lingkungan KPU Jateng. Kendati begitu, keberadaan satgas dan ruang unit pencegahan menjadi penting sebagai antisipasi dini.
“Tentu mitigasi terhadap hal itu menjadi penting, memberikan pemahaman ke seluruhnya, baik KPU provinsi maupun kabupaten/kota,” pungkas Handi.
BACA JUGA: KPU Jateng Tanggapi Pemisahan Pemilu dan Pilkada: Kita Tunggu Formulasinya
Sekitar 1,3 ribu personel KPU se-Jateng nyatakan pakta integritas cegah kekerasan seksual
Terpisah, anggota KPU Jateng, Muslim Aisha, menambahkan, peluncuran satgas ini disertai dengan deklarasi pakta integritas yang diikuti oleh lebih dari seribu personel KPU se-Jawa Tengah.
“Ada 1.300-an personel kami hari ini secara bersama-sama menyatakan komitmen itu. Harapan kami dengan pernyataan ini pencegahan bisa dimaksimalkan, supaya tidak ada peristiwa yang kemudian berujung laporan,” kata Muslim.
Ia menjelaskan, ruang unit pencegahan yang baru diresmikan akan berfungsi sebagai pusat pengendali, baik di KPU provinsi maupun di kabupaten/kota. Ruang tersebut akan digunakan untuk koordinasi, pengaduan, hingga konseling bila diperlukan.
“Ruangan ini kami orientasikan sebagai pusat pengendali pencegahan. Termasuk untuk menyalurkan edukasi dan mendeteksi situasi yang terjadi di kabupaten/kota Jawa Tengah,” ujarnya.
Muslim menambahkan, jaring informasi pencegahan juga sudah terbentuk di seluruh KPU kabupaten/kota. Langkah itu untuk memastikan informasi berjalan rutin dan berkelanjutan.
“Supaya seperangkat pencegahan yang kami lakukan bisa tersalur dengan baik, termasuk mendeteksi potensi sejak dini,” tandas Muslim. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




