“Kalau kami sebagai kuasa hukum membuka biar terang benderang perkara ini, sebenarnya karena apa, ternyata di tengah jalan lagi ‘on-on’ kuasa hukum dicabut sepihak,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Susyanto selalu menekankan dan mengajak seluruh mahasiswa PPDS untuk speak up. Ia menyebut, kematian dr. Aulia tidak boleh sia-sia dan dapat menjadi momentum perbaikan sistem pendidikan residen di Indonesia.
“Harapan kami, ayo bareng-bareng saling membantu untuk mengungkap fakta-fakta ini agar kedepannya ada perbaikan di negeri ini,” katanya, Selasa, 20 Agustus 2024 malam. (*)
Editor: Farah Nazila





