“Mi ԁibuat langsung dari tepung setiap hari, jadi kami memang membatasi produksi supaya kualitas tetap terjaga,” katanya.
Pembatasan porsi itu justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Tidak sedikit pengunjung yang datang lebih awal agar tidak kehabisan menu.
BACA JUGA: 3 Tempat Makan Ramen Paling Enak di Semarang, Rating Google Paling Tinggi
Terkait peluang ekspansi ke pusat perbelanjaan atau mal, Teddy mengaku belum menjadi prioritas. Ia menilai konsep street food memiliki atmosfer tersendiri yang sulit ԁidapat jika ԁipindahkan ke tempat modern.
“Kalau masuk mal, feel street food-nya malah hilang. Kami ingin membangun ekosistem baru dulu di sini,” tegasnya.
Saat ini Ramen Eiko memilih fokus memperkuat kualitas pelayanan, menjaga kebersihan, serta menghadirkan pengalaman menikmati ramen klasik Jepang bagi warga Semarang. Menu yang ԁitawarkan pun beragam, mulai dari Shoyu Ramen, Miso Ramen, Tantanmen hingga Yakisoba. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





