Sekitar 30–45 menit setelah Matahari terbenam, arahkan pandangan ke langit bagian barat. Venus akan terlihat sebagai objek paling terang.
BACA JUGA: Wonderia dan Eks Matahari Terbengkalai, DPRD Dorong Pemkot Semarang Gandeng Investor
Merkurius tampak rendah di dekat ufuk barat dan hanya dapat kita saksikan dalam waktu singkat. Saturnus berada sedikit lebih tinggi daripada Merkurius.
Adapun Jupiter bersinar lebih tinggi di langit dan masih dapat diamati hingga mendekati tengah malam.
Memasuki pertengahan Ramadan (sekitar 23–27 Februari 2026), susunan planet-planet terlihat semakin berdekatan di sepanjang jalur ekliptika.
Berdasarkan panduan pengamatan dari Starwalk.space, periode ini menjadi tahap peralihan sebelum mencapai puncak parade pada 28 Februari.
Pada masa tersebut, waktu paling ideal untuk observasi adalah sekitar 30–60 menit setelah Matahari terbenam. Venus, Merkurius, dan Saturnus tampak di arah barat hingga barat daya.
BACA JUGA: Cek Jadwal Lengkap Fenomena Gerhana Matahari di Tahun 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!
Jupiter tetap terlihat tinggi dan bercahaya terang di langit timur. Sementara itu, Uranus berada di dekat gugus bintang Pleiades dan perlu bantuan binokuler agar dapat teramati dengan jelas.
Tanggal yang patut menjadi perhatian adalah Sabtu, 28 Februari 2026. Pada malam itu, enam planet Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus secara teori dapat terlihat bersama di langit setelah Matahari terbenam.
Memasuki minggu terakhir Ramadan (awal Maret 2026), sejumlah planet mulai terbenam lebih awal.
Berdasarkan pembaruan posisi dari Starwalk.space, Merkurius dan Saturnus kian sulit terlihat karena dari sudut pandang Bumi keduanya tampak semakin mendekati Matahari. (*)
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





