JAKARTA, 1/9 (beritajateng.tv) – PT Bank Permata Tbk mencetak pencapaian kinerja yang solid sepanjang Semester I Tahun 2022.
Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global serta optimisme dari presidensi G20 di Indonesia, PermataBank berhasil mencatatkan Laba Bersih setelah pajak sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 123,7% year-on-year (yoy).
Pertumbuhan Laba Bersih ini dikontribusi dari Pendapatan Operasional sebesar Rp5,6 triliun atau tumbuh sebesar 13,6% (yoy) didukung pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 6,7% (yoy).
Pencapaian ini semakin mengkokohkan posisi PermataBank sebagai universal bank dalam memberikan produk dan layanan pada seluruh segmen lintas generasi serta memperkuat posisi Bank di jajaran 10 bank komersil terbesar di Indonesia.
Direktur Utama PermataBank Meliza M Rusli mengungkapkan, keberhasilan PermataBank dalam semester pertama ini merupakan usaha bersama dalam menerapkan strategi perusahaan untuk terus perkuat inovasi produk dan jasa perbankan digital, memperdalam kemitraan strategis, dan menjadi bagian dari keseharian nasabah dalam melakukan transaksi keuangan.
“Kedepannya kami akan terus menjaga pertumbuhan dan profiltibilitas berkelanjutan melalui pertumbuhan kredit sehat serta manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian yang baik,” katanya, Kamis (1/9/2022).
PermataBank juga mencapai pertumbuhan aset sebesar 7,9% (yoy) menjadi sebesar Rp230 triliun. Lebih lanjut, biaya pencadangan kredit menurun sebesar 33,9% menjadi Rp994 miliar dibandingkan Rp1,5 triliun tahun lalu seiring dengan perbaikan kualitas kredit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dampak penurunan biaya pencadangan kredit ini juga terlihat dalam perbaikan rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi sebesar 74,2% atau membaik 11,8% dibandingkan rasio BOPO di semester pertama tahun lalu sebesar 86,0%.





