Jateng

Lagi! Temuan 3 Ribu Burung Selundupan Di Tanjung Emas Semarang, Ratusan Satwa Mati

×

Lagi! Temuan 3 Ribu Burung Selundupan Di Tanjung Emas Semarang, Ratusan Satwa Mati

Sebarkan artikel ini
Petugas melakukan pemeriksaan sejumlah truk setelah KM Dharma Rucitra 9 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. (Foto: Dok. Balai Karantina Jawa Tengah)
Petugas melakukan pemeriksaan sejumlah truk setelah KM Dharma Rucitra 9 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. (Foto: Dok. Balai Karantina Jawa Tengah)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 3.287 ekor burung tanpa dokumen petugas gabungan amankan saat pemeriksaan kendaraan di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu, 4 November 2026.

Petugas menemukan ribuan burung tersebut diangkut menggunakan dua truk dari Kumai, Kalimantan Tengah. Di mana sesuai penelusuran, rencananya akan pelaku salurkan ke wilayah Jawa Tengah.

Pengungkapan itu melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah, bersama Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Gakkum LHK Jabalnusra), Seksi Wilayah II Pos Gakkum Jawa Tengah, serta Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.

BACA JUGA: Ribuan Karung Kratom Disamarkan jadi Kopi, Bea Cukai Tanjung Emas Bongkar Ekspor 5 Kontainer ke India

Petugas melakukan pemeriksaan sejumlah truk setelah KM Dharma Rucitra 9 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketua Tim Penegakan Hukum Balai Karantina Jawa Tengah, Taufik Kurniawan, bersama tim melakukan penyisiran terhadap kendaraan yang turun dari kapal.

“Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan dua truk membawa ribuan burung tanpa kelengkapan dokumen yang menjadi syarat,” katanya.

Dia bilang, kendaraan beserta seluruh muatannya kemudian petugas amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Jenis Burung

Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 3.095 ekor merupakan burung madu. Dari jumlah tersebut, 2.425 ekor dalam kondisi hidup dan 670 ekor dalam kondisi mati.

Petugas juga menemukan 192 ekor burung sepah raja yang masuk kategori satwa lindung.

BACA JUGA: Bandel! Temuan 588 Burung Tanpa Dokumen di KM Kirana Asal Kalimantan, Ada Kacer, Kolibri, dan Kapas Tembak

Dari jumlah tersebut, 148 ekor petugas temukan dalam kondisi hidup, sedangkan 44 ekor lainnya mati.

Dengan demikian, total burung yang ada dalam dua kendaraan tersebut mencapai 3.287 ekor.

Pentingnya Pengawasan Satwa Liar Antar Pulau

Kepala Balai Karantina Jawa Tengah Mustaqim mengatakan, temuan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan lalu lintas satwa liar antarpulau.

Menurut dia, pengawasan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwa dan ekosistem. Akan tetapi juga upaya mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK).

“Upaya menggagalkan pengiriman ribuan ekor burung tanpa dokumen asal Kalimantan di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi alarm pentingnya penguatan sinergi pengawasan di pintu masuk. Oleh karena lalu lintas satwa liar secara ilegal memiliki risiko besar,” kata Mustaqim.

Dia bilang, setiap satwa antarpulau wajib memenuhi ketentuan karantina untuk memastikan asal-usul, legalitas, dan status kesehatannya dapat petugas telusuri.

BACA JUGA: Bea Cukai Tanjung Emas dan Kejari Semarang Gagalkan Ekspor Kratom Ilegal Senilai Rp4,96 Miliar

Pengawasan tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Selain memenuhi persyaratan karantina, lalu lintas satwa liar juga harus dilengkapi dokumen lain yang diwajibkan sesuai ketentuan, termasuk Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATS-DN) untuk jenis yang memerlukannya.

Harapkan Laporan Masyarakat

Mustaqim mengatakan, Karantina Jawa Tengah akan terus memperkuat pengawasan di tempat pemasukan dan pengeluaran, terutama terhadap lalu lintas satwa yang tidak memenuhi persyaratan.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan setiap rencana lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan kepada petugas karantina,” katanya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp