Uncategorized

Layar Liar, Sediakan Ruang Pemutaran Film Pendek dengan Pengalaman Berbeda

×

Layar Liar, Sediakan Ruang Pemutaran Film Pendek dengan Pengalaman Berbeda

Sebarkan artikel ini
layar liar semarang
Layar Liar saat mengadakan pemutaran film ke-5. (Dok Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tvLayar liar, sebuah komunitas film yang baru terbentuk pada tahun 2022 terus berusaha dalam memasyarakatkan film, utamanya bagi anak muda di Kota Semarang.

Petrus Kristianto Program Director Layar Liar mengatakan, salah satu visi yang pihaknya bawa adalah memperkenalkan film pendek ke masyarakat umum. Apalagi, beberapa waktu yang lalu, Layar Liar berkesempatan bersama Minikino menggelar MFW9 Post Festival Road Show di Kota Semarang, tepatnya di gedung Cagar Budaya Sobokartti.

Momen itu kemudian Petrus sebut sebagai salah satu asa baru bagi industri dan juga geliat filmmaker Kota Semarang. Terlebih, Minikino Festival Week merupakan salah satu festival film pendek tertua di Indonesia yang bertaraf Internasional.

Lebih lanjut, Petrus menyebut bahwa Layar Liar terus konsisten hadir sebagai ruang pemutaran film-film lokal yang bertujuan untuk membangun ruang interaksi dan apresiasi bagi filmmaker-filmmaker lokal.

“Kita fokusnya memang mengadakan film-film, nggak cuma pendek tapi juga panjang, sempat muter di bioskop juga. Sebenarnya kita ingin literasi menonton film itu tumbuh lagi di Semarang,” katanya kepada beritajateng.tv, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Petrus, sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang terkadang terlewatkan oleh event-event besar perfilman tanah air. Oleh karena itu, sebagai salah satu pegiat film, ia ingin bersama Layar Liar mengembangkan Kota Semarang sebagai kota dengan iklim perfilman yang tidak dipandang sebelah mata lagi.

BACA JUGA: Wara-Wiri di Festival Internasional, Begini Potensi Film Pendek Karya Filmmaker Kota Semarang

Sebagai informasi, Layar Liar merupakan sebuah divisi eksibisi dan apresiasi film dari production house (PH) yang bernama Sure Pictures. Tidak heran, jika dalam setiap pemutaran yang Layar Liar lakukan selalu memberikan pengelaman berbeda.

“Kami sempat bikin seharian pemutaran di Jateng Fair, Bioskop Kampoeng. Sempat juga pemutaran di bioskop, atau di cafe,” lanjutnya.

Wujud apresiasi kepada filmmaker lokal

Petrus mengatakan jika Layar Liar fokus dalam memberikan ruang menonton yang berbeda. Artinya, pihaknya akan menuruti permintaan penonton.

“Misal setiap pemutaran, kami ada feedback yang diisi oleh penonton, itu jadi evaluasi buat kita pastinya. Selain itu juga jadi pandangan mereka lagi suka film apa sih. Kita bisa kenalkan filmmaker-filmmaker nasional atau lokal yang punya pendekatan sama,” katanya.

Hingga saat ini, total Layar Liar telah menyelenggarakan sebanyak 13 kali pemutaran. Uniknya, sebagian besar penonton yang hadir bukan berasal dari anak film.

“Layar Liar biasanya yang nonton hampir 100-150 orang, dan dari yang datang hampir 80 sampai 90 persen itu bukan anak film. Itu juga jadi hal yang menarik,” kata Petrus.

Sementara itu, dari ketiga belas pemutaran itu, kebanyakan gratis dan hanya satu yang berbayar. Hal tersebut sabagai cara dalam memperkenalkan film pendek agar sampai ke masyarakat bawah.

BACA JUGA: Bawa Film Berkualitas Tinggi, Minikino Film Week 9 Post Festival Road Show Singgah di Semarang

Meski begitu, Petrus menampik sedang merencanakan pemutaran berbayar. Pasalnya, hal tersebut untuk mengedukasi masyarakat terkait apresiasi kepada para filmmaker.

“Kelebihan film pendek mau ngomong apapun yang penting bertanggung jawab, dan bagaimana dia bisa jadi dampak buat sekitar. Untuk itu, Layar Liar juga ingin berdampak bagi sekitar,” tandasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp