HeadlineNews UpdatePolitik

Masyarakat Diimbau Waspadai Bencana

×

Masyarakat Diimbau Waspadai Bencana

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, 29/11 (Beritajateng.net)-  Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menghendaki pihak berkenaan dan masyarakat berhati-hati menghadapi fenomena La Nina terhadap Desember 2021 sampai Januari 2022. Fenomena La Nina berupa peningkatan curah hujan disertai angin kencang selanjutnya berpotensi mendatangkan bencana hidrometeorologi. Diantaranya banjir, tanah longsor, sampai angin puting beliung.
SEMARANG, 29/11 (Beritajateng.tv)-  Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menghendaki pihak berkenaan dan masyarakat berhati-hati menghadapi fenomena La Nina terhadap Desember 2021 sampai Januari 2022. Fenomena La Nina berupa peningkatan curah hujan disertai angin kencang selanjutnya berpotensi mendatangkan bencana hidrometeorologi. Diantaranya banjir, tanah longsor, sampai angin puting beliung.

Pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini mengungkapkan, fenomena La Nina telah berdampak terhadap cuaca ekstrem yang melanda sejumlah lokasi di Jateng akhir tahun ini. Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan sejumlah kabupaten/kota dilanda bencana. Diantaranya banjir di Kota Semarang dan Pekalongan. Selain itu, ada deretan perihal tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara sampai membangkitkan korban jiwa.

Menurut Bambang, curah hujan yang tinggi masih kudu diwaspadai sampai awal tahun depan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan didalam menghadapi bencana.

“Kami menghendaki masyarakat mewaspadai meningkatnya curah hujan belakangan ini. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Dengan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan mampu menahan munculnya korban dan kerugian jika bencana terjadi,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang itu mengungkapkan, terhadap tahun 2020, La Nina menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat sampai 40 persen. Akibatnya, sebagian satu} lokasi terendam banjir parah. Jawa Tengah selama ini termasuk dikenal sebagai daerah yang rawan bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Jawa Tengah jadi lokasi yang paling banyak dilanda bencana alam. Dalam kurun sementara tahun 2016-2020, provinsi ini dilanda 3.693 perihal bencana. Posisi setelah itu ditempati Jawa Timur (2.319 kejadian), Jawa Barat (2.282 kejadian), Aceh (776 kejadian), dan Sulawesi Selatan (498 kejadian).