SEMARANG, beritajateng.tv – Hingga kini serangan Israel masih terus mengganas di Palestina. Hal ini pun mereka terus lancarkan usai pengeboman dari Hamas pada Sabtu, 8 Oktober 2023.
Kini, McDonald’s Israel kena boikot karena keputusannya untuk membuka lima cabang yang mereka dedikasikan untuk tentara Israel. Adapun perusahaan tersebut menyediakan sekitar 4 ribu makanan bagi tentara Israel.
Perihal keputusan McDonald’s Israel pun memicu kontroversi. Seperti yang beritajateng.tv lansir dari Businessinsider pada Jumat, 13 Oktober 2023, Secara total, McDonald’s tersebut membagikan 12 ribu paket makanan ke seluruh negara Yahudi tersebut.
“Kami terus mendonasikan ribuan makanan harian kepada tentara di seluruh negeri. Sebagai tambahan, tentara dan pasukan keamanan juga mendapatkan diskon 50 persen yang datang ke cabang kami,” kata McDonalds dalam akun social medianya, Jumat (13/10/2023).
Adapun keputusan yang perusahaan asal Amerika itu ambil terjadi di saat konflik regional mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Terdapat lebih dari 1.100 orang yang terlaporkan tewas sejak pelancaran serangan dari Hamas di beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Israel Makin Ganas, Hamas Minta Warga Palestina Tetap di Gaza
Karena serangan yang Hamas luncurkan itu. Pihak Israel tak ragu melancarkan serangan balas dendam. Negara Yahudi itu menempatkan seragan udara dan pasukan yang semakin memperburuk konflik regional tersebut.
McDonald’s Kena boikot di dua negara
Lebih lanjut, aksi penyediaan makanan ini meski mendapat simpatik, keputusan tersebut juga terkena kritik pedas dari netizen di dunia.
Tak hanya itu, bahkan mereka juga meminta perusahaan tersebut untuk mengunci akun media sosialnya di akun sosial media. Yakni Instagram dan Twitter atau X.
Aksi dari McDonald’s yang membantu menyalurkan produk mereka ke Israel tak hanya mempengaruhi sentimen di Israel, tetapi juga ke tingkat internasional.
Muncul berita yang menunjukkan kerumunan besar yang berkumpul di depan gerai restoran cepat saji itu di Beirut, Lebanon untuk melakukan aksi demo terhadap perusahaan tersebut.
Tak hanya di Lebanon saja, rupanya rakyat Mesir juga memboikot soal langkah ini. Melansir dari BNN.Network, warga Mesir tersebut menunjukkan pandangan mereka soal politik dan solidaritas terhadap perjuangan Palestina dengan menghindari jaringan restoran makanan cepat asal Amerika tersebut.
BACA JUGA:Serang Israel Hingga Tewaskan Ratusan Orang, Ini Sejarah Hamas dan Asal-usulnya
Hingga beritajateng.tv membuat berita soal pemboikotan McDonald’s dari beberapa negara ini, perusahaann restoran cepat saji itu belum memberikan suaranya.
Padahal, karena ini, McDonald’s berposisi di persimpangan penting atara kepentingan bisnis dan etika sosial-politik. Atas dasarnya keputusan yang terambil tersebut, sebagian orang menilai McDonald’s melakukan aksi solidaritas.
Di sisi lain, khususnya bagi pembela Palestina, menilai yang perusahaan itu lakukan adalah tindakan memihak dan melupakan tragedi serta kompleksitas yang tengah berlangsung di Palestina.(*)





