SEMARANG, beritajateng.tv – Peperangan antara Israel dan Hamas hingga kini masih berlangsung sengit. Hamas meminta warga Palestina untuk tidak menghiraukan perminataan Israel untuk mengungsi.
Hamas meminta warga Palestina untuk tetap berada di wilayah kediaman mereka.
Adapun perintah ini merupakan upaya untuk mengantisipasi serangan darat Israel yang diprediksi akan merenggut banyak nyawa.
Sebagaimana kita ketahui, Hamas melancarkan serangan terhadap Israel pada Sabtu pekan lalu. Serangan itu merupakan yang terdahsyat setelah perang Arab dan Israel pada 1973.
Dalam serangan tersebut, Hamas menewaskan lebih dari 1.300 warga Israel. Melansir dari Antara, saat ini Israel telah menewaskan lebih dari 1.400 orang di Gaza.
Dari serangan Hamas tersebut, Israel langsung menggemakan serangan balas dendam. Peperangan ini pun menghebohkan dunia hingga saat ini.
BACA JUGA:Soal Perang Hamas dan Israel, Arab Saudi Beri Peringatan Ini
Kabarnya, Israel telah melancarkan serangan udara terbesar di Gaza. Tak hanya itu, mereka juga memobilisasi 300 ribu tentara cadangannya dan memindahkan tank-tank tempur di dekat perbatasan Israel-Gaza.
‘Propaganda palsu’ Israel
Seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa pernyataan PBB yang memperingatkan bahwa Israel telah memerintahkan penduduk di Gaza utara untuk pergi ke wilayah selatan adalah “propaganda palsu”. Hamas telah mendesak warga Palestina di Gaza untuk tidak terpengaruh oleh pernyataan tersebut.
Omar Shakir selaku Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch, telah memperingatkan bahwa gemaan Israel agar 1,1 juta warga Palestina meninggalkan Gaza utara merupakan perpindahan massal yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
“Ini sama saja dengan membuat lebih dari 1 (satu) juta warga Palestina mengungsi – dalam skala yang belum pernah kita lihat sejak Nakba,” kata Shakir dalam sebuah postingan di media sosial.
Itu mengacu pada pengungsian paksa lebih dari 700.000 warga Palestina di sekitar berdirinya negara Israel pada tahun 1948.
BACA JUGA:Serang Israel Hingga Tewaskan Ratusan Orang, Ini Sejarah Hamas dan Asal-usulnya




