Jateng

Meriahnya Gebyuran Bustaman 2025, Anggota DPR RI Samuel Wattimena Ikut Warga Basah-basahan

×

Meriahnya Gebyuran Bustaman 2025, Anggota DPR RI Samuel Wattimena Ikut Warga Basah-basahan

Sebarkan artikel ini
Gebyuran Bustaman 2025
Warga melakukan perang air saat Gebyuran Bustaman di Kampung Bustaman, Kota Semarang, Minggu, 23 Februari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ada satu tradisi unik yang dinanti-nanti oleh masyarakat Kota Semarang. Yaitu, Gebyuran Bustaman.

Sesuai namanya, tradisi itu berlangsung di Kampung Bustaman, RT 4-5, RW 3, Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah. Gebyuran Bustaman berlangsung pada tujuh hari sebelum puasa, tepatnya pada Minggu, 23 Februari 2025.

Pantauan beritajateng.tv di lokasi, ratusan orang tumpah-ruah memadati Kampung Bustaman. Mulai dari warga setempat, pengunjung, pejabat, hingga anggota DPR RI Samuel Wattimena. Mereka kompak beroleh coretan di muka, yang menandakan dosa-dosa manusia.

Selepas kirab dan sejumlah prosesi, petasan dan genderang pun berbunyi yang menandakan perang air dimulai. Semuanya lalu saling lempar air hingga basah kuyup. Malahan ada pula yang mengguyurkan air seember-embernya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, tampak larut dalam keceriaan. Sendirinya terlihat basah kuyup namun tetap ceria.

BACA JUGA: Sambangi Kampung Bustaman Semarang, Wamen Giring Bakal Ubah Aset Negara jadi Pusat Budaya

Ia mengaku sangat mengapresiasi tradisi ini dan berterima kasih lantaran telah diajak memeriahkan rangkaian Gebyuran Bustaman. Menurutnya, Gebyuran Bustaman menjadi sangat menyenangkan karena ia bisa berbaur dengan masyarakat.

“Selama berbagai kegiatan di Jakarta dan daerah, enggak ada yang berbaur gini lalu nekat nyiram, semua ada tatanan batasan protokol. Ini menyenangkan karena batasan itu enggak ada. Saya jadi bagian dari masyarakat,” ucapnya kepada beritajateng.tv.

Samuel mengatakan, dirinya juga tak menutup kemungkinan untuk mendelegasikan tradisi Gebyuran Bustaman di DPR RI, termasuk juga ke Kementerian Pariwisata.

Pasalnya, menurut dia, rangkaian tradisi Gebyuran Bustaman memiliki nilai budaya, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

“Tentunya saya akan membahas ini di Kementerian Pariwisata dan UMKM. Ada nilai bagian dari kebudayaan, juga pariwisata,” sambungnya.

Gebyuran Bustaman, tradisi yang terjaga turun-temurun

Sementara itu, Ketua Panitia, Arif Hikam Syaifullah, menjelaskan Gebyuran Bustaman tahun ini berlangsung lebih meriah. Jika biasanya hanya tiga hari, tahun ini malah berlangsung selama satu minggu penuh.

Prosesi Gebyuran Bustaman dimulai dari Kamis malam, yakni arwah jamak. Hari Jumat, sarasehan warga berziarah di Makam Mbah Yai Bustam. Bahkan, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, turut hadir pada Jumat, 21 Februari 2025 lalu.

“Selain kehadiran Giring, tahun ini ada Samuel Wattimena. Beliau kemarin mengadakan fashion show di kampung yang sebelumnya enggak ada; jadi semoga bisa menjadi terobosan untuk mengenalkan kampung kami,” ungkapnya.

Ia mengisahkan, tradisi ini rutin berlangsung setiap tahunnya menjelang Ramadan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berlangsung di dalam kampung termasuk kulinernya, Gebyuran Bustaman tahun ini berisi kuliner beserta hiburan di luar kampung.

BACA JUGA: Peragaan Busana Kampung Bustaman Kota Semarang, Fesyen Bukan Hanya untuk Kaum Elite

Singkat cerita, gebyuran ini berawal dari kebiasaan Mbah Bustam yang memandikan cucunya menjelang Ramadan dengan cara menyiram. Tradisi itu yang kemudian coba dihidupkan kembali oleh warga sejak tahun 2012 silam.

Ia pun berharap, Kampung Bustaman dapat lebih terkenal di kalangan masyarakat. Tak hanya sebagai kampung gulai serta kampung jagal kurban saja, tetapi juga tradisi-tradisi yang ada di dalamnya.

“Harapannya, kami remaja Bustaman tetap dapat menjaga tradisi dari leluhur. Sehingga, budaya dan pariwisata Kampung Bustaman selalu terjaga,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp