Ekbis

Momen HUT RI, Persewaan Kostum Adat di Semarang Melejit 30 Persen, Bali dan Papua Jadi Primadona

×

Momen HUT RI, Persewaan Kostum Adat di Semarang Melejit 30 Persen, Bali dan Papua Jadi Primadona

Sebarkan artikel ini
persewaan kostum adat
Persewaan baju Saraswati Collection Semarang saat ditemui pada Kamis, 14 Agustus 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, bisnis persewaan kostum adat di Semarang mengalami lonjakan pesanan.

Saraswati Collection, yang telah berdiri sejak 1984, mencatat peningkatan permintaan hingga 30 persen dibanding tahun lalu. Lonjakan ini mulai terasa sejak awal Agustus, dengan puncak keramaian pada H-10 menjelang 17 Agustus.

“Mulai dari awal bulan Agustus sudah banyak yang sewa, dan menjelang H-10 itu biasanya sudah penuh booking-an. Tahun ini saja untuk puncak acara 17-an sudah ada sekitar 30 pesanan kostum,” kata Imam Sahri, asisten pemilik Saraswati Collection saat beritajateng.tv jumpai di Jalan Pusponjolo Timur X Nomor 18 pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Penyewaan datang dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, sekolah, hingga RT-RT di kampung yang mengadakan lomba atau karnaval.

Imam mengungkapkan, kostum adat Bali, Papua, dan Kalimantan menjadi favorit bagi anak-anak TK hingga SD, sedangkan instansi lebih memilih busana adat formal seperti kebaya dan baju nusantara.

“Kalau anak-anak biasanya suka yang warnanya mencolok dan meriah seperti Bali atau Papua. Untuk instansi, mereka cenderung mau yang praktis, rapi, dan elegan,” jelasnya.

BACA JUGA: Tidak Gampang, Ini Tantangan Menjalankan Bisnis Sewa Kostum Cosplay, Ingin Coba?

Koleksi ribuan kostum dan produksi sendiri

Saraswati Collection memiliki lebih dari 1.000 kostum yang siap disewa. Sebagian besar diproduksi sendiri, namun beberapa didatangkan langsung dari daerah asal untuk menjaga keaslian, seperti rumput asli Papua atau kain adat Kalimantan.

Kostum unik seperti topeng ireng, busana tari, kostum karakter, hingga pakaian mandarin untuk acara khusus juga tersedia.

“Harga sewa bervariasi, untuk anak TK mulai Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, sedangkan dewasa Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung aksesoris. Sewa berlaku tiga hari, jadi biasanya diambil sehari sebelum acara, dipakai esoknya, lalu dikembalikan keesokan harinya,” papar Imam.

Selain melayani penyewaan langsung di toko, Saraswati Collection juga menerima pemesanan secara online melalui Instagram. Layanan pengiriman tersedia untuk wilayah Semarang dan luar kota, bahkan hingga Jakarta.

“Paling jauh kami pernah kirim ke Jakarta untuk acara tari kreasi. Mereka pilih kostum lewat foto, lalu kami kirim sesuai pesanan,” tambah Imam.

BACA JUGA: Berawal dari Hobi Jadi Cosplayer, Mahasiswa Unimus Ini Buka Bisnis Sewa Kostum Cosplay di Semarang

Pengalaman unik dan tantangan bisnis

Selama puluhan tahun, Imam mengaku banyak pengalaman menarik, mulai dari kostum yang tidak dikembalikan hingga momen bangga ketika penyewa yang menggunakan busana dari Saraswati Collection berhasil menang lomba.

“Kalau ada kostum yang hilang, itu jadi pelajaran. Kami bisa bikin lagi. Tapi yang bikin senang itu kalau penyewa menang lomba, rasanya ikut bangga,” ujarnya.

Tantangan terbesar adalah keterbatasan tempat penyimpanan, karena setiap tahun jumlah kostum terus bertambah. Perawatan juga menjadi perhatian, terutama untuk kain tenun atau songket yang tidak bisa dicuci dengan air agar tidak luntur.

Saat pandemi Covid-19, bisnis penyewaan kostum terhenti total. Untuk bertahan, Saraswati Collection beralih ke bisnis kuliner dengan menjual nasi jinggo khas Bali di kantin Pura setiap hari Minggu. Meski kini penyewaan kostum kembali menjadi fokus utama, usaha kuliner tersebut tetap berjalan di akhir pekan.

“Kami tetap bikin nasi jinggo sampai sekarang, tapi hanya hari Minggu. Kalau pandemi dulu, itu yang menyelamatkan kami,” kenang Imam.

Menurut Imam, dua momen yang paling ramai dalam setahun adalah 17 Agustusan dan Hari Kartini. Pada masa itu, hampir semua jenis kostum laris, dari baju adat hingga busana unik untuk karnaval.

“Kalau dua momen itu, penyewaan bisa melonjak tajam. Jadi selain keuntungan, kami juga mendapat kepuasan batin melihat semangat masyarakat melestarikan budaya lewat busana adat,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp