SEMARANG, beritajateng.tv – Menikmati rujak biasanya identik dengan potongan buah yang tersiram bumbu kacang pedas. Namun di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, ada cara berbeda menikmati kudapan favorit ini.
Di sebuah gerobak sederhana yang mangkal di depan SDN Tambakaji 04, pembeli bisa mencicipi Rujak Degan, perpaduan buah rujak segar dengan serutan kelapa muda yang disajikan langsung di dalam batok kelapa.
Sekilas tampilannya sudah berbeda. Batok kelapa yang sebelumnya berisi air dan daging kelapa muda tersulap menjadi wadah rujak. Di dalamnya, potongan mangga, nanas, bengkuang, pepaya, hingga kedondong berpadu dengan serutan kelapa muda dan bumbu rujak khas.
Saat suapan pertama masuk ke mulut, rasa pedas, manis, asam, dan gurih langsung menyatu. Serutan kelapa muda memberikan sensasi lembut sekaligus menghadirkan cita rasa mirip santan yang membuat bumbu rujak terasa lebih creamy. Setelah menikmati buahnya, pembeli masih bisa menyeruput air kelapa yang tersisa untuk menyegarkan tenggorokan sekaligus meredakan sensasi pedas.
BACA JUGA: Boen Hian Tong Semarang Sajikan Rujak Pare Plus Sambal Kecombrang, Simbol Peristiwa Pahit Mei 1998
Inovasi tersebut merupakan kreasi Arif, pemilik Kedai Rujak Amerika, yang sudah berjualan di lokasi itu selama 16 tahun. Sementara menu Rujak Degan mulai di perkenalkan sekitar lima tahun lalu.
“Awalnya coba-coba. Kan ada jualan es degan, terus saya cobain kasih sambal, ternyata kok enak. Akhirnya saya pikir dijual saja,” ujar Arif saat beritajateng.tv jumpai di lapaknya pada Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Arif, yang membuat Rujak Degan berbeda adalah perpaduan rasa buah dengan kelapa muda yang tidak pada rujak biasa.
“Rasanya lain, enggak sama rujak biasa yang cuma pedas sama rasa buah. Ini kecampuran parutan kelapanya, jadi ada rasa gurih seperti santan, tapi tetap pedas,” katanya.
Setiap porsi dibanderol Rp35 ribu. Isinya cukup melimpah, mulai dari mangga, nanas, pepaya, bengkuang, kedondong, hingga aneka buah rujak lainnya yang tercampur bersama kerokan kelapa muda. Air kelapanya pun bisa pelanggan minum langsung atau campurkan ke dalam rujak sesuai selera.
Sering Disebut “Rujak Amerika”
Nama Rujak Amerika sendiri ternyata bukan dibuat secara sengaja. Arif bercerita, dahulu gerobaknya dihiasi bendera Amerika sehingga pelanggan sering menyebutnya “rujak Amerika”. Julukan itu akhirnya melekat hingga sekarang.
Meski harga buah dan kelapa sempat mengalami kenaikan, Arif mengaku masih mempertahankan harga jual. Dalam sehari, ia mampu menghabiskan sekitar 20 hingga 30 batok kelapa, tergantung ramainya pembeli. Kedainya buka mulai pukul 10.00 WIB hingga sore hari atau sampai dagangan habis.
Keunikan Rujak Degan juga menarik perhatian pembeli yang mengetahui kuliner tersebut dari media sosial.
Arina, warga Mugassari Kecamatan Semarang Selatan, mengaku sengaja datang karena penasaran setelah melihat unggahan di internet. Sebelumnya ia hanya mengenal rujak buah biasa.
“Baru pertama kali coba. Biasanya beli rujak buah biasa, tapi ini pakai batok kelapa dan ada serutan kelapanya. Rasanya beda, lebih segar karena ada rasa kelapanya, terus ada air kelapanya juga,” ujarnya.
BACA JUGA: Roadshow Kuliner Viral Indonesia Mampir Semarang, Sensasi Jajan Street Food Thailand di Miniatur Pasar Malam Bangkok
Menurutnya, harga Rp35 ribu sebanding dengan porsi dan pengalaman rasa yang di dapat.
“Worth it sih. Kalau rujak biasa sekitar Rp15 ribu, tapi ini dapat degan juga dan porsinya banyak,” katanya. (*)
Editor: Farah Nazila





