Menanggapi hal itu, ia pun merasa takut dengan keakuan Adi yang menurutnya kelewatan.
“Ya takut, kenapa dia sampai begitu. Ngapain? Sampai teman-teman [SMA] ngumpetin aku di ruangan lain,” ucapnya.
Serangkaian teror tersebut, kata Nimas, baru di Twitter saja. Ia menyebut sebelumnya Adi telah menerornya di Instagram dengan cara yang sama, yakni membuat banyak akun medsos untuk menghubunginya.
“Dulu pertama kali neror di Instagram. Sudah aku blok, terus [dia] bikin [akun] lagi. Bahkan di Twitter [dia bikin] 440 akun [untuk neror],” kata Nimas. (*)





