Ekbis

Omzet Naik Belum Tentu Untung, ESB Ungkap Tantangan Bisnis Kuliner Semarang

×

Omzet Naik Belum Tentu Untung, ESB Ungkap Tantangan Bisnis Kuliner Semarang

Sebarkan artikel ini
Omzet Naik Belum Tentu Untung, ESB Ungkap Tantangan Bisnis Kuliner Semarang
Kopdar Racik Bisnis F&B di Semarang yang digelar ESB bersama komunitas TDA (Tangan Di Atas) Semarang. Kegiatan tersebut mengusung tema "Meramu Strategi Tepat, Bisnis Kuliner Semakin Kuat". (Ellya/beritajateng.tv)

BACA JUGA: Bisnis Hotel Makin Menantang, Aston Inn Pandanaran Hadirkan Kuliner 60 Seconds to Tokyo 

Lead Strategist F&B Operations, Co-Founder & Managing Partner GASTRO F&B Consulting, Thomas Pangaribuan, mengatakan pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa untuk mempertahankan bisnis.

“Agar bisnis bisa scale up dan relevan di tengah dinamika biaya bahan baku, para pebisnis kuliner tidak boleh hanya mengandalkan cita rasa,” ujar Thomas.

Ia menilai pengusaha perlu memperketat pengendalian Cost of Goods Sold (COGS), melakukan standardisasi resep, serta mengurangi food waste.

“Kontrol atas Cost of Goods Sold (COGS), standardisasi resep untuk menekan risiko food waste, serta efisiensi rantai pasok dapur adalah fondasi agar bisnis kuliner mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Co-founder & COO Sorak Sorai, Panama Canteen dan Babakopitiam, Tadeo Christoga. Menurutnya, pelaku usaha F&B harus mampu membaca perubahan perilaku konsumen sekaligus kondisi bisnis secara cepat.

“Sebagai pelaku usaha F&B lokal, kami merasakan langsung bagaimana sensitivitas konsumen terhadap harga dan tren kuliner bergerak sangat cepat,” ungkap Tadeo.

Ia menyebut data operasional menjadi salah satu dasar penting dalam mengambil keputusan. Dengan mengetahui harga pokok penjualan dan pergerakan stok secara real-time, pengusaha dapat menentukan strategi promosi tanpa mengorbankan keuntungan.

“Ketika kita tahu angka HPP dan pergerakan stok secara real-time, kita bisa mengambil keputusan promosi yang tepat tanpa harus merusak margin,” katanya.

Melalui Kopdar Racik Bisnis F&B, ESB juga memperkenalkan sejumlah solusi berbasis teknologi untuk membantu pengusaha menghadapi persoalan tersebut.

ESB POS menjadi salah satu sistem yang di tawarkan untuk membantu pengusaha memantau penjualan, mengelola stok bahan baku, serta menghitung HPP.

BACA JUGA: Daftar 3 Rekomendasi Kuliner Solo yang Murah Meriah, Rasanya Cocok di Lidah 

Kemudian ESB Order memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan dan pembayaran melalui kode QR, baik untuk layanan dine-in maupun takeaway.