SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang mengawali kompetisi Championship 2026/2027 dengan kemenangan setelah mengalahkan PSPS Pekanbaru.
Tampil di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (6/9/2026), Laskar Mahesa Jenar menundukkan PSPS Pekanbaru dengan skor 2-1.
Kemenangan ini sekaligus memangkas hukuman pengurangan satu poin yang PSIS terima. Dengan tambahan tiga poin, PSIS untuk sementara mengoleksi dua poin di klasemen.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. PSIS yang tampil agresif baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-26 melalui Akbar Arjunsyah.
Berawal dari sepak pojok, Akbar memenangkan duel udara dan melepaskan sundulan yang gagal di bendung kiper PSPS. PSIS unggul 1-0.
PSPS tidak tinggal diam. Tekanan tim tamu akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. A Gramaroni mencetak gol melalui situasi tendangan bebas sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, PSIS kembali meningkatkan tekanan. Amirul sempat mengancam lewat tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-52, tetapi bola masih melebar.
PSIS bahkan sempat mencetak gol melalui Komang Tri pada menit ke-60. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena terjadi pelanggaran lebih dulu.
Satu menit kemudian, PSPS hampir berbalik unggul melalui situasi bola mati. Beruntung bagi PSIS, kiper Rizky Darmawan melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang tersebut.
Terus menekan, PSIS akhirnya mendapatkan gol kemenangan pada menit ke-73. Pemain pengganti Lorensius Amnat Sabda melepaskan sontekan ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper PSPS. Skor 2-1 bertahan hingga laga berakhir.
Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Namun, ia mengingatkan skuadnya agar tidak cepat puas karena kompetisi masih panjang.
“Alhamdulillah, puji syukur malam hari ini PSIS bisa memenangkan pertandingan. PSPS juga menampilkan permainan yang bagus sehingga kami sempat tertahan,” kata Widodo.
BACA JUGA: Pegadaian Championship 2026/2027 Resmi Mulai, Laga Perdana PSIS vs PSPS di Jatidiri
Menurutnya, perubahan permainan pada babak kedua tidak lepas dari efektivitas pergantian pemain dan meningkatnya penguasaan bola di lini tengah.





