Ekbis

Omzet Naik Belum Tentu Untung, ESB Ungkap Tantangan Bisnis Kuliner Semarang

×

Omzet Naik Belum Tentu Untung, ESB Ungkap Tantangan Bisnis Kuliner Semarang

Sebarkan artikel ini
Omzet Naik Belum Tentu Untung, ESB Ungkap Tantangan Bisnis Kuliner Semarang
Kopdar Racik Bisnis F&B di Semarang yang digelar ESB bersama komunitas TDA (Tangan Di Atas) Semarang. Kegiatan tersebut mengusung tema "Meramu Strategi Tepat, Bisnis Kuliner Semakin Kuat". (Ellya/beritajateng.tv)

Sementara ESB Core atau ERP memberikan pemantauan terhadap stok dan inventaris secara real-time. Sistem tersebut bertujuan untuk membantu pengusaha mengendalikan pemborosan bahan baku sekaligus memantau potensi penurunan margin.

ESB juga memperkenalkan ESB OLIN, asisten bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini menganalisis data transaksi harian dan memberikan insight bisnis, rekomendasi promosi serta prediksi kebutuhan stok.

Gunawan mengatakan teknologi tersebut bukan untuk menggantikan peran pengusaha. Sebaliknya, data harapannya membantu pemilik usaha mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat.

“Pada akhirnya, bisnis kuliner itu soal konsistensi, konsisten rasanya, konsisten juga untungnya,” kata Gunawan.

“Kalau dapur tahu persis stoknya dan kasir tahu persis angkanya, pemilik usaha jadi bisa fokus ke hal yang bikin Semarang istimewa: racikan bumbu dan resep yang di wariskan turun-temurun. Itu yang kami mau bantu jaga lewat ESB,” lanjutnya.

Kopdar Racik Bisnis F&B di Semarang merupakan bagian dari roadshow nasional ESB yang berlangsung di sejumlah kota sepanjang 2026.

Rangkaian tersebut menyasar owner, founder dan pengambil keputusan bisnis kuliner untuk bertukar pengalaman dan strategi menghadapi dinamika industri F&B.(*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp