Hukum & Kriminal

Orang Tua Sebut Arnendo Mahasiswa Undip Korban Dugaan Kekerasan Takut ke Kampus: Masih Trauma

×

Orang Tua Sebut Arnendo Mahasiswa Undip Korban Dugaan Kekerasan Takut ke Kampus: Masih Trauma

Sebarkan artikel ini
Undip Arnendo
Ayah Arnendo, Bagus Ariadi (50), mengungkap kondisi putranya saat ditemui di kediamannya, Jambu Kulon, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Kamis, 5 Maret 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Arnendo (20), mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), dilaporkan masih mengalami trauma berat pasca-dugaan pengeroyokan sejumlah mahasiswa. Hingga kini, mahasiswa asal Kabupaten Semarang tersebut masih enggan kembali beraktivitas di kampus.

Ayah Arnendo, Bagus Ariadi (50), mengungkapkan kondisi putranya saat beritajateng.tv temui di kediamannya, Jambu Kulon, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menyebut putranya belum berani mengikuti aktivitas perkuliahan sejak peristiwa kelam pada 15 November 2025 silam.

BACA JUGA: Polisi Telusuri Dugaan Pelecehan Tiga Mahasiswi oleh Arnendo Mahasiswa FIB, Undip Benarkan Ada Pelapor

Ari, sapaan akrab Bagus Ariadi, menuturkan bahwa ia pertama kali mendapat kabar buruk melalui pesan WhatsApp (WA) dari putranya pada 16 November 2025 subuh.

“Dalam pesan itu, Nando memberi tahu kalau dia dipukuli karena dituduh melakukan pelecehan seksual. Padahal tuduhan itu tidak benar,” jelas Ari.

Awalnya, Nando mengaku baik-baik saja dan sudah berada di kos. Namun, setelah Ari meminta bantuan rekan di Tembalang untuk mengecek langsung, barulah ketahuan bahwa kondisi Nando sangat memprihatinkan dan harus segera beroleh penanganan di Rumah Sakit (RS) Banyumanik 2.

Diagnosis Medis Terhadap Arnendo Korban Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Undip

Setelah pindah perawatannya ke RS Bina Kasih Ambarawa agar lebih dekat dengan keluarga, terungkap betapa parahnya cedera yang Arnendo alami.

Berdasarkan diagnosis medis, ia mengalami gegar otak, patah tulang hidung, dan luka-luka di sekujur punggung.

“Sampai sekarang Nando masih sering pusing, hidungnya selalu terasa seperti pilek. Mata sebelah kanannya tidak kuat melihat cahaya terang,” tambah Ari dengan nada sedih.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Arnendo: Undip dan Polisi Lambat Tangani Kasus Pengeroyokan

Meskipun tim medis telah memberikan rujukan untuk operasi tulang hidung di RS Ken Saras, Bergas, keluarga terpaksa memulangkan Nando ke rumah setelah lima hari perawatan karena keterbatasan biaya. Hingga saat ini, prosedur operasi yang sangat Arnendo butuhkan tersebut belum bisa berlangsung.

Terkait kasus ini, pihak keluarga telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Semarang pada hari yang sama saat kejadian terungkap.

“Kami sudah lapor ke Polrestabes Semarang agar kasus ini polisi tindaklanjuti secara hukum. Kami hanya ingin keadilan bagi anak kami,” pungkas Ari. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp