Ekbis

Pakar Ekonomi Ungkap Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Bakalan Lama: Butuh Waktu untuk Kembali Normal

×

Pakar Ekonomi Ungkap Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Bakalan Lama: Butuh Waktu untuk Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Kelangkaan gas lpg 3 kg
Sejumlah warga Semarang mengantri gas elpiji 3 kg di salah satu warung pengecer di Jalan Patemon Raya, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

Menurutnya, jika alasan kebijakan itu adalah ingin menjaga harga gas elpiji agar tidak berbeda dari HET, maka melarang pengecer tentu tidak sesuai.

Pasalnya, masyarakat sudah mengetahui risiko membeli gas elpiji di pengecer yang tentu lebih mahal daripada di pangkalan. Namun, pengecer memiliki beberapa keunggulan seperti jarak yang lebih dekat.

BACA JUGA: Tanggapi Polemik Gas Elpiji 3 Kg, Pengamat Undip Soroti Buruknya Sistem Komunikasi Pemerintah

“Kalau alasannya selisih harga yang terlalu tinggi antara harga di pangkalan dan di pengecer, itu tidak benar. Bagi masyarakat tidak masalah asal tersedia gas elpiji 3 kg-nya,” katanya.

Hendaknya, lanjut Nugroho, pemerintah fokus pada langkah-langkah perbaikan kebijakan. Salah satunya bagaimana subsidi gas elpiji 3 kg tepat sasaran dan penindakan kecurangan.

“Bagaimana gas elpiji tepat sasaran dan mencegah atau menindak orang yang mengoplos elpiji 3 kg menjadi tabung lebih besar sehingga bisa jual lebih murah,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp