Arsip penting keluarga itu dijadwalkan diserahkan pada tanggal 10 Desember 2022 kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang. Walau ia tidak pernah menganggap dirinya pahlawan, melainkan hanya pelaku zaman. Namun, bagi putra-putra dan keturunannya, tentulah ia seorang besar. Sepatutnyalah semua keturunan ini menghaturkan rasa terima kasih kepada mereka yang pernah berjuang untuk terbentuknya bangsa. Karenanya persembahan pada sang ayah, dihaturkan dalam bentuk cerita apa yang ditekuninya: fotografi dan dokumentasi.
Dengan adanya pameran ini, Firman berharap semoga bangsa Indonesia selalu Ingat untuk tidak sekedar mengenang, melainkan juga memahami pemikiran-pemikiran mereka yang memperjuangkan kemerdekaan. Seperti halnya yang sering diucapkan Ichsan kepada Firman, “Banyak orang-orang dikenang, tetapi ‘pemikiran-pemikirannya’ selalu dilupakan,” ujar Firman. (Ak/El)





