Ekbis

Pasca Cuaca Ekstrem, Pertamina Tambah Stok LPG 394.000 Tabung di Jateng-DIY

×

Pasca Cuaca Ekstrem, Pertamina Tambah Stok LPG 394.000 Tabung di Jateng-DIY

Sebarkan artikel ini
Pasca Cuaca Ekstrem, Pertamina Tambah Stok LPG 394.000 Tabung di Jateng-DIY
Aktivitas penjualan LPG 3kg dan Bright gas di agen pangkalan LPG. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pasca cuaca ekstrem yang melanda di wilayah utara Jawa Tengah, Pertamina menambah fakultatif LPG 3 Kg hingga 394.000 tabung selama periode Maret 2024.

Cuaca ekstrem yang terjadi sejak 11 Maret 2024 lalu kini mulai berangsur pulih. Kapal pengangkut suplai LPG berhasil bersandar di pelabuhan Semarang dan Rembang.

Penambahan stok LPG 3 Kg terus Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah lakukan. Utamanya untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Pertamina berfokus pada wilayah-wilayah terdampak cuaca ekstrem dengan penambahan fakultatif LPG 3 Kg hingga 394.000 tabung.

Hal ini kata Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, Minggu 24 Maret 2024. Ia menyampaikan penambahan pasokan LPG 3 Kg terus optimal Pertamina lakukan.

“Sebagai gambaran pada Kamis kemarin lalu, penyaluran harian mencapai 1.614.150 tabung. Atau 8,1 persen dari rata-rata normal penyaluran harian di Jateng dan DIY,” ungkap Brasto.

Cuaca Ekstrem yang terjadi sejak pertengahan Maret di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Berdampak pada tingginya gelombang di Laut Jawa sehingga beberapa kapal Pertamina yang sudah tiba tepat waktu di pelabuhan tidak dapat bersandar.

“Kondisi gelombang yang tinggi pada saat itu. Membuat pipa yang seharusnya dapat terpasang untuk mengalirkan stok gas dari kapal ke Terminal LPG tidak dapat kami sambungkan. Karena alasan keamanan,” jelas Brasto.

Pertamina Tambah Stok LPG 394.000 Tabung

Brasto juga menambahkan bahwa pasca Kapal Pengangkut LPG yang berhasil sandar pada tanggal 16 Maret tersebut. Pemulihan distribusi secara berangsur-angsur dengan menambah jam operasional penyaluran. Hingga penebalan stok di tingkat agen dan pangkalan berdasarkan proyeksi kenaikan konsumsi dan pemantauan konsumsi beberapa pekan terakhir.