Viral

Patung Biawak Wonosobo Viral, Benarkah Anggarannya Hanya Rp50 Juta?

×

Patung Biawak Wonosobo Viral, Benarkah Anggarannya Hanya Rp50 Juta?

Sebarkan artikel ini
Kemenkum Wonosobo | tugu patung biawak wonosobo
Tugu patung biawak di Wonosobo yang viral di media sosial. (Foto: X/@sosmedkeras)

WONOSOBO, beritajateng.tv – Decak kagum warganet terpancing dari ikon baru tugu patung biawak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Tugu patung biawak tersebut berlokasi di jalur Wonosobo-Banjarnegara, Desa Krasak, Kecamatan Selomerto.

Lokasinya yang berada di dekat Jembatan Krasak yang dulu terkenal sebagai Jembatan Biawak, menjadi alasan penempatan tugu tersebut di sana.

Nama Jembatan Biawak sendiri berasal dari sejarah lokal. Yang mana dulunya di sebut sering terlihat biawak-biawak berkeliaran di sekitar aliran sungai kawasan tersebut.

BACA JUGA: Viral Guru di Sragen Jawa Tengah Gunting Seragam Siswa, Picu Pro dan Kontra

Tugu tersebut viral tak hanya karena bentuknya yang realistis, tetapi juga di sebut menghabiskan dana sebesar Rp50 juta saja.

Beredar infrormasi bahwa dana tugu tersebut berasal dari alokasi Dana Desa yang kemudian di gunakan untuk membangun ikon baru yang merepresentasikan ciri khas lokal.

Dana tersebut tentu dinilai sangat sederhana jika dibandingkan dengan berbagai tugu di daerah lain yang menelan biaya ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Lantas, apakah benar patung tersebut menghabiskan anggaran Rp50 juta?

Mengklarifikasi hal tersebut, Kepala Desa Krasak, Supinah menuturkan, kabar tersebut tidaklah benar.

“Saya klarifikasi itu bukan dari anggaran desa. Itu dari anggaran CSR dari kabupaten dan di bantu swadaya dari masyarakat seperti gotong-royongnya dan konsumsi selama pembangunannya,” ucapnya.

Sementara itu, di tempat yang berbeda Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat juga menyampaikan terkait dengan anggaran pembuatan tugu tersebut juga bukan berasal dari APBD kabupaten melainkan bantuan dari BUMD di Kabupaten Wonosobo.

“Justru kami mencoba memantik, menyentuh teman-teman BUMD, yuk gotong royong, kemudian itu bisa terealisasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Soal Viral Ulat Buah di Makan Bergizi Gratis, Ini Tanggapan Pemkot Semarang

Bupati mengapresiasi hasil tugu biawak tersebut hingga mendapatkan perhatian positif dari masyarakat luas dan dapat mengangkat nama Wonosobo.

Tidak hanya itu ia juga berterima kasih kepada seniman asli Wonosobo Arianto yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk membuat karya yang luar biasa ini. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp