KesehatanNasional

PB IDI Ungkap Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Asia Tenggara

×

PB IDI Ungkap Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Covid-19
Ilustrasi. Covid-19 varian arcturus mulai muncul di Indonesia, Selasa (18/4/2023).

SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa pekan belakangan ini, kasus positif Covid-19 melonjak naik di sejumlah negara di Asia Tenggara. Adapun beberapa negara Asia Tenggara yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 itu adalah Filipina, Malaysia dan Singapura.

Dari informasinya, di Filipina terdapat 1.340 kasus positif Covid-19 dalam satu pekan belakangan ini.

Bahkan, terlaporkan bahwa Ferdinand Marcos Jr. selaku Presiden Filipina dinyatakan positif atau terpapar Covid-19 dan akan menjalani isolasi selama beberapa hari.

Di Malaysia, hampir terdapat 4 ribu kasus Covid-19 pada November 2023.

Sementara di Singapura, kasus meningkat hingga mencapai 22.094 pasien yang terpapar penyakit tersebut.

Sedangkan di Indonesia sendiri, terjadi peningkatan penyakit tersebut. Dari Oktober 2023, terdapat 65 kasus yang naik hingga 151 kasus pada November 2023.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Singapura Menggila, Menkes Ingatkan Soal Proteksi Ini Pada Masyarakat

Terkait masalah kesehatan ini, dr Erlina Burhan, SpP(K) selaku Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkap adanya beberapa penyebab terjadinya lonjakan kasus yang kini tengah menjadi sorotan publik.

Faktor penyebab naiknya kasus Covid-19

Faktor yang pertama adalah mobilitas manusia tinggi. Ia menyebut karena sudah memasuki musim libur, masyarakat melakukan aktivitas keluar rumah.

“Ternyata dari otoritas mengatakan mobilitas tinggi. Masyarakat sekarang sudah musim libur. Orang berkumpul bersama keluar, berlibur,” ungkapnya dalam konferensi pers secara daring, dikutip Rabu (6/12/2023).

Terlebih, kini menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2024 sudah semakin dekat, sehingga potensi penyebaran virus semakin meningkat.

Faktor kedua adalah antibodi masyarakat yang menurun. Secara teori setelah 6 – 12 bulan terjadi penurunan antibodi usai pemberian vaksin.

Ketiga, mulai marak penyebaran subvarian baru yaitu EG.5 dan HK.3. Disebutkan, kedua subvarian ini telah mendominasi kasus Covid-19 di Singapura yang mencapai 70 persen.

Faktor ketiga adalah adanya subvarian EG. 5 dan HK.3 Subvarian EG.5 ini ternyata sudah ditemukan di Indonesia sejak Juli 2023.