SEMARANG, beritajateng.tv – Jelang tahun baru 2024, Pemerintah terus mengebut pemenuhan satu juta guru Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal itu terungkap oleh Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sri Suciati. Menurutnya, salah satu cara Pemerintah memenuhi PPPK bagi guru ialah dengan program Pendididikan Profesi Guru (PPG).
Ia mengungkap, target pemenuhan sejuta guru PPPK ini akan selesai akhir tahun 2024. Suciati menilai, lulusan program PPG berpeluang lebih besar untuk terserap sebagai aparatur sipil negara (ASN) melalui jalur PPPK.
“Saat ini Pemerintah sedang berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan guru, yang Pak Menteri menyebutnya satu juta guru. Saat ini masih 550-an ribu yang sudah terpenuhi, artinya masih ada sekitar 450-an ribu guru yang akan dipenuhi melalui lulusan PPG,” ungkap Suciati usai menghadiri acara Pengukuhan Guru Profesional di Balairung UPGRIS, Minggu, 10 Desember 2023.
Pihaknya menyebut, UPGRIS menjadi satu di antara perguruan tinggi yang Pemerintah pusat tunjuk untuk melaksanakan program Pendidikan Profesi Guru.
Pada kegiatan Pengukuhan Guru Profesional tersebut, UPGRIS mewisuda 1.085 lulusan guru, baik yang tergabung dalam PPG prajabatan dan dalam jabatan.
BACA JUGA: UPGRIS Siapkan Calon Guru Profesional Lewat Pendidikan Profesi Guru
Calon guru tersebut berasal dari berbagai penjuru Provinsi di Indonesia, mulai dari Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan berbagai wilayah lain.
“Kami berharap lulusan PPG ini bisa segera diserap, karena kebutuhan guru ini masih sangat banyak. Dari kebutuhan satu juta guru, baru 550 ribu yang sudah terpenuhi,” tegasnya.
Tak hanya itu, Suciati melanjutkan, upaya lainnya yang Pemerintah lakukan ialah melakukan penambahan perguruan tinggi sebagai penyelenggara program PPG. Sehingga, lulusan guru berkualitas dan targetnya pun bisa segera terealisasi.
“Upaya pemerintah juga terlihat melalui penambahan perguruan tinggi yang saat ini ikut mengelola PPG. Jadi sekarang tidak hanya puluhan perguruan tinggi, tapi sudah ratusan perguruan tinggi yang ikut mengelola PPG,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





