SEMARANG, beritajateng.tv – Pneumonia merupakan sebuah penyakit paru-paru yang sering terjadi di Indonesia dan menyebabkan kantong udara membengkak. Bakteri penyebab kasus ini dilaporkan bahwa mewabah di China.
Dan saat ini, pemerintah tengah memverifikasi jumlah kasus tersebut yang masuk ke Republik Indonesia. Siti Nadia Tarmizi selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan laporan tersebut secara langsung.
“Sudah ada laporan, tetapi baru lisan dari DKI Jakarta. Dan hari ini akan diverifikasi oleh Dinkes DKI Jakarta sekaligus melakukan pemeriksaan epidemiologi,” kata Nadia.
Berikut ini bebeberapa penyebab dan cara mengatasi kasus tersebut. Dengan begitu kamu dapat mencegahnya sebelum terlambat.
BACA JUGA: Kasus Pneumonia Mycoplasma Terjadi di Jakarta, Apakah Berpotensi Pandemi?
Penyebab Pneumonia
Pneumonia merupakan kondisi paru-paru yang timbul akibat infeksi oleh bakteri, jamur, atau virus. Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang paling sering menyebabkan kasus tersebut.
Jenis mikroorganisme yang menjadi pemicu penyakit ini juga dapat terjadi karena faktor lokasi penularan. Sebagai contoh, mikroorganisme penyebab pneumonia yang tersebar di lingkungan umum berbeda dengan jenis mikroorganisme penyebab kasus tersebut di lingkungan rumah sakit.
Mikroorganisme penyebab pneumonia dapat menyebar ketika seseorang sedang bersin atau batuk. Virus dan bakteri yang menjadi penyebab yaitu terdapat dalam tetesan liur yang keluar saat batuk atau bersin dapat menginfeksi individu lain yang secara tidak sengaja menghirupnya.
Cara Mengobati Pneumonia
Pada kasus tersebut dengan tingkat keparahan yang masih rendah, tidak diperlukan perawatan di fasilitas kesehatan. Pengobatan dapat kamu lakukan mandiri di rumah dengan mengikuti resep antibiotik dari dokter, serta menjaga istirahat serta konsumsi cairan yang cukup.
Individu yang dalam keadaan fisik yang baik umumnya dapat pulih dalam waktu 2-3 minggu setelah memulai pengobatan. Namun, jika gejala pada penyakit ini tidak mengalami perbaikan dalam 48 jam, alangkah baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Hal ini mungkin menandakan bahwa penggunaan antibiotik kurang efektif atau bahwa penyebab pneumonia dapat berasal dari faktor lain.
Pada situasi tersebut yang telah mencapai tingkat keparahan, alangkah baiknya para pasien melakukan perawatan di rumah sakit untuk menerima perawatan medis. Di lingkungan rumah sakit, pasien akan mendapatkan antibiotik dan cairan intravena, serta terapi oksigen untuk membantu proses pernapasan.
Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi penyakit Pneumonia. (*)





