“Sehingga ini menjadi kewajiban bagi pemerintah Kota Semarang bersama jajaran Forkopimda untuk memberikan bantuan sembako guna memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Kita berharap sehari dua hari ini kalau gelombang sudah turun baru mereka bisa melaut lagi,” pungkas Mbak Ita.
Gelombang tinggi dan air pasang pertama kali dilaporkan menerjang Tambak Lorok pada Sabtu (24/12). Gelombang tinggi kemudian kembali menerjang pada Senin (26/12) dini hari. Akibat kejadian ini, warga Tambak Lorok harus dievakuasi setelah sebelumnya mengamankan perahu mereka agar tidak terseret ombak. (Ak/El)





