Jateng

Pemprov Jateng–Lampung Teken 11 Kerja Sama berbagai Bidang, Nilainya Capai Rp 832,3 Miliar per Tahun

×

Pemprov Jateng–Lampung Teken 11 Kerja Sama berbagai Bidang, Nilainya Capai Rp 832,3 Miliar per Tahun

Sebarkan artikel ini
Pemprov Jateng
Penandatanganan kerja sama oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Mahan Agung, Kota Bandar Lampung pada Selasa, 6 Januari 2026 malam. (Foto: Humas Pemprov Jateng).

Selain itu, PT Goldensnack Mas Sejahtera dan PT Asindo Tech juga bekerja sama bagian suplai bahan baku tepung tapioka. Selanjutnya, kemitraan antara PT Fajar Mulia Transindo dan PT Wahana Raharja (Perseroda) tentang rantai pasok industri dan perdagangan, meliputi gula kristal, ini nalar, kopi, bawang putih, dan lainnya.

Kerja Sama Pemprov Jateng-Lampung

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, kerja sama dengan Provinsi Lampung tersebut dalam rangka untuk menumbuhkan ekonomi baru di kedua wilayah.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan saat pertemuan antargubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025 lalu.

“Kerja sama ini untuk menumbuhkan ekonomi baru di masing-masing provinsi,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, kerja sama ini bukan berarti Jawa Tengah lebih maju daripada Lampung, melainkan agar maju dan berkembang bersama-sama. Hal ini juga dalam rangka membangun konektivitas melalui collaborative government (pemerintahan kolaboratif) yang diciptakan.

“Semoga kerja sama ini terealisasi dengan baik, selaras dengan program Presiden dalam rangka pemerataan pembangunan nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, beberapa bupati atau wakil bupati dari Jawa Tengah ikut serta bersama Gubernur Ahmad Luthfi. Di antaranya ada Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, yang ikut memaparkan potensi daerahnya. Ada juga Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna.

Kolaborasi Pemerintah

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, misi kerja sama ini banyak sekali yang dibahas, mulai antar organisasi Perangkat Daerah di masing-masing pemerintah provinsi, hingga asosiasi pengusaha.

“Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang kuat, serta saling menunjang dan mengangkat antara Lampung dan Jawa Tengah. Kami melihat karakteristik dari dua provinsi ini, baik dari komoditas maupun kebutuhan industri, ke depan akan bisa saling menguatkan,” katanya.

Mirzani menambahkan, Jawa Tengah juga menjadi rujukan dalam hal perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan perwakilan pemerintah pusat, Jawa Tengah selalu menjadi tolok ukur atau percontohan, terutama terkait investasi dan perkembangan kawasan industri.